Niat Kerja Jadi Tukang Masak di Tambang, Janda Muda Jadi Korban Perkosaan

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Malang nasib YN (28) seorang janda muda. Niat ingin berkerja sebagai tukang masak ditambang emas, malah menjadi korban brutal rudal paksa disemak semak oleh TI (28), diduga seorang operator alat berat, warga Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Jambi, Senen (07/09/2026).

Kepada media ini YN mengaku aksi bejat itu terjadi sekitar sebulan lalu tepat pada tanggal 8 Agustus 2026. Saat itu pelaku menawarkan pekerjaan memasak disalah satu tambang emas ilegal di Kecamatan Tabir Barat.

Namun nasib naas, disaat dia menolak pekerjaan tersebut karena tidak cocok, dia menjadi korban pemerkosaan disemak semak belukar oleh pelaku TI saat mengantarnya pulang.

“Aksi asusila ini terjadi berawal ketika saya ditawarkan pekerjaan masak tambang emas milik TI di Kecamatan Tabir Barat. Lalu saya meninjau lokasi kerja, disana listrik tidak ada.Maka saya putuskan pekerjaan itu tidak cocok, dan saya minta diantar pulang ke Bangko,” ungkap YN menceritakan awal kejadian tersebut.

Setelah itu, kata YN, pelaku dan dua orang rekan mengatarnya menggunakan dua unit motor besar bertipe Klx. Namun dalam perjalanan motor yang ditumpanginya dibelokkan pelaku kedalam semak semak sehingga terpisah dari dua rekannya.

“Disitulah pencabulan itu terjadi. Jalan juga sepi gak ada orang. Ingin berteriak posisi dalam semak, mau melawan badan TI besar tinggi, saat itu saya dipaksa membuka celana bawah sehinga hal itu terjadi,” tambah YN.

Setelah melakukan itu, sebut YN ia menangis sambil naik motor bersama pelaku kembali jalan lagi hingga bertemu kembali dengan kedua temannya dipersimpangan.

“Dipersimpangan itu, saya lalu dipindahkan kemotor rekannya. Diantar ke ke Sungai Manau. Beruntung pulangnya menumpang kendaraan teman kebetulan bertemu dijalan,” jelas YN.

Sayangnya, disaat YN melaporkan aksi pemerkosaan diduga dilakukan TI unit PPA Polres Merangin sudah hampir satu bulan lebih, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban dan kepastian hukum.

Bahkan korban sudah seringkali dihubungi pihak keluarga TI. Tapi YN mesara takut, lantaran setelah pelecehan itu dia merasa mengalami ganguan mental dan sangat merasa takut untuk bertemu.

“Laporan lah lamo, pelaku belum juga tangkap. tu keluarga nyo selalu ngubungi ngajak ketemu takut aku,” tukasnya.(*)

Reporter/Iyon