DPPKB dan Pemkab Merangin Genjot Percepatan Penurunan Stunting

JurnalOne.com, BANGKO – Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kegiatan yang dihadiri unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, camat, kepala puskesmas, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Merangin.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Merangin, drg.H.Sony Propesma,.M.Ph mengatakan, bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat. Melalui pendekatan konvergensi, setiap sektor diharapkan mampu menjalankan peran dan fungsinya secara optimal sehingga intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran.

“Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi stunting, termasuk evaluasi capaian program yang telah berjalan serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk memperkuat pelaksanaan program di tingkat desa dan kecamatan,”ujarnya, Kamis (25/06/2026).

Selain itu, lanjut drg.Sony, forum ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi bersama guna memastikan seluruh program pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pemkab Merangin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui berbagai intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, peningkatan akses sanitasi dan air bersih, edukasi pola asuh keluarga, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat,”katanya.

Melalui kolaborasi yang kuat dan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan, Pemkab Merangin optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai. Keberhasilan upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah di masa depan.

“Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan kerja bersama seluruh pihak. Dengan sinergi yang kuat dan komitmen yang sama, kita optimistis dapat mewujudkan Merangin yang lebih sehat dan berkualitas,”jelasnya.

Selaint itu, drg.Sony menyampaikan, percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta dukungan aktif masyarakat.

Melalui Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program dan intervensi yang dilakukan berjalan secara terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai sejak masa remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita. Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama agar target penurunan stunting di Kabupaten Merangin dapat tercapai sesuai harapan,”terangnya.

“Kami di DPPKB Kabupaten Merangin akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta mendorong optimalisasi program-program yang mendukung pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, pola asuh keluarga, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan kerja sama yang solid,”tambahnya.

Sementara itu, Pemkab Merangin telah sukses menekan stunting hingga 9,6 Persen, yang mana Pemerintah Kabupaten Merangin sukses menekan angka prevalensi stunting secara signifikan dari 14,9 persen pada tahun 2023 menjadi 9,6 persen di tahun 2024 ditargetkan pada tahun ini Pemkab Merangin menargetkan bebas stunting di tahun 2026.(*)

Reporter/Yazdi