Guru SMP Negeri 1 Merangin Viral Masuk TV Nasional, Gara Gara Kreator Lato Lato

JurnalOne.com, BANGKO — Permainan lato-lato saat ini tengah viral ditengah masyarakat. Bahkan, tidak hanya anak-anak yang bisa mengendalikan pernainan penuh cekatan itu, tapi orang dewasa juga menyukai  permainan tersebut.

Tak ayal, gara – gara itu, membuat salah seorang guru senior SMP Negeri 1 Merangin, Jambi, Asrinal S.Pd,M.M, mendadak terkenal karena kreatifitasnya memainkan latto-latto.

Tidak hanya main, dia juga menunjukkan tutorial videonya yang diunggahnya di media sosial, hingga masuk Ke Stasiun Televisi Swasta Nasional.

Lewat tutorialnya, Asrinal menujukkan kreatifitasnya  bermain latto-latto yang tidak bisa dimainkan pada orang umumnya. Asrinal menunjukkan permainan latto-latto dengan cara baru seperti dilantai.

Dikonfirmasi media ini Asrinal mengatakan, tutorial bermain latto-latto hanyalah sebuah hiburan dan tidak ada bermaksud lain.

“Hanya sekedar hiburan, bahwa bermain latto-latto itu tidak hanya dimainkan dalam satu cara. Karena banyak cara baru sehingga main latto-latto lebih asyik dan nyaman,”katanya.
Asrinal mengakui, latto-latto sudah ada sejak tahun 1960-an.

Pria asli ranah minang tersebut menyebutkan dahulu permainan itu disebut “Takak-Takak” sesuai bahasa daerah Sumatera Barat.

“Saya lahir tahun 1963 pada masa itu sekitar tahun 1970 an permainan itu sudah ada dan saya mencobanya,”ujarnya.

Asrinal juga mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat dirinya diundang salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta.

“Ya, saya sudah dihubungi pihak stasiun televisi, mohon doanya dalam waktu dekat saya akan berangkat,”harapnya.

Asrinal juga bakal menerapkan latto-latto sebagai media pembelajaran disekolah. Seperti pembelajaran fisika, matematika, dengan gerak dari latto-latto tersebut.
“Insya alloh kita jadikan media ajar disekolah,”ucapnya.

Terpisah, menanggapi viralnya kreatifitas latto-latto salah satu gurunya tersebut, Ismalinda Kepala SMP Negeri 1 Merangin mengatakan, sangat mendukung apabila gurunya tersebut menerapkan permainan latto-latto sebagai media pembelajaran disekolah.

“Saya minta bukan hanya sekedar permainan saja, tapi sebagai media pembelajaran saya lebih setuju,”terangnya.

Ditanya apakah boleh bermain latto-latto disekolah Ismalinda menegaskan, bahwa tidak diperbolehkan bermain latto-latto disekolah. Karena dapat menganggu aktifitas belajar siswa.

“Selama jam pelajaran berlangsung tidak boleh bermain latto-latto. Kecuali latto-latto dijadikan sebagai media pembelajaran saya setuju dan itu ada waktunya tersendiri,”pungkasnya.(*)

Penulis/Yazdi

Editor/Rafik