Proyek Mangkrak Namun Sudah Dilaporkan 100% ke Sistim, Pelaporan SPJ Fiktip Pendes Ngaol Ilir Mencuat

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Sepertinya ada yang janggal laporan realiasi proyek Peningkatan Produksi Peternakan dan Pengolahan dan Kandang ayam  ditahun 2025 untuk Bundes Desa Ngaol Ilir, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Jambi, Minggu(04/10/2026).

Berdasarkan informasi penyaluran Dana Desa, proyek menelan dana sebesar Rp 141 juta tersebut sudah dilaporkan 100%, namun fisiknya dilapangan dari tahun 2025 hingga tahun 2026 tidak selesai, alias mangkrak, bahkan tak satupun yang berjalan.

“Proyek Peningkatan Produksi Peternakan, Pengolahan dan Kandang tahun 2025 lalu untuk Desa Ngaol Ilir mangkrak total. Kandang ayam gak selesai, apa lagi  fasilitas lain yang ada di RAB gak satupun terealisasi. Herannya, diinformasi menyaluran dana desa perkejaan itu sudah dilaporkan 100%,” ungkap warga Desa itu berinisial DS (35), saat memberikan data dan informasi kemedia ini.

Dengan ada perbedaan laporan dan kondisi proyek dilapangan DS menduga kuat kemungkinan pihak Pemerintah Desa Ngaol Ilir diduga membuat laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan dana  tahun 2025 tersebut secara fiktip.

“Kalau dugaan sayo, telah terjadi manipulasi data dalam pembuatan laporan, dikenal dengan SPJ fiktip. Soalnya, proyek tidak satupun yan rampung. Kandang ayam sampai saat tidak terealiasasi, apa lagi fasilitas pendukungnya tak satupun selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngaol ilir Syamsir Alam dikonfirmasi media ini terkait terjadinya indikasi dugaan pelaporan fiktip sejumlah item proyek desa tersebut, agak mengelak. Alasannya, kata Syamsir Alam, karena anggran 141 juta untuk proyek itu terjebak efesiensi dari pusat.

“Mangkrak kita akui, karena anggran saat itu ditarik kepusat( efesiensi -red). Proyek itu hanya bisa dikerjakan pencairan gelombang pertama,” sebut Syamsir.

Saat ditanyakan ke Syamsir jika demikian, mengapa pihak desa melaporkan berkas atau data keinformasi peyaluran dana desa 100%?  Dengan bahasa terbata bata, Syamsir meminta lemedia lebih baik saling besahabat, dari pada pencarikan kesalahan.

“Kalau begitu mari  kito duduk kito solusi baik baik,” singkat Syamsir.(*)

Reporter/Ir Syamil