Syarat Kurangi Volume, Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Pematang Kadis Tuai Sorotan

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Proyek peningkatan jalan lingkungan komplek IBRD, tepatnya di RT 20 Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Merangin, tengah menjadi sorotan, Rabu (30/09/2026).

Proyek fisik menelan dana Rp 149.750.000, bersumber Anggran Belanja Pendapat Daerah (ABPD) Merangin tahun 2026 dilaksanakan CV. Bukit Mas tersebut  disinyalir kuat sengaja mengurangi volume pekerjaan.

Hasil ivestigasi  dan temuan media ini dilapangan, terdapat beberapa item pada pekerjaan proyek itu diduga sengaja diakali demi meraup keuntunga pribadi pihak rekanan. Pertama, itu terjadi pada kedudukan pemasangan papan mal untuk ketebalan fisik proyek.

Biasanya ketebalan proyek jalan lingkungan tersebut sekitar 15 cm, sesuai dengan kondisi lingkungan. Namun, pada realisasi proyek ini ketebalan hanya dipinggir untuk kedudukan papan mal digali sesuai teknis, sementara tengahnya badan jalan tidak gali atau diratakan sama sekali.

Dengan adanya fakta tersebut, kuat dugaan pihak kontraktor sengaja melakuan hal itu guna mengalabui Konsultan dan Dinas supaya waktu pengukuran nanti hasilnya bertemu sesuai dengan gambar dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Kedua, ironisnya lagi Parlak hitam sebagai alas dasar pembangunan proyek itu digunakan pihak pemborong hanya setengah dari dari lebar pekerjaan. Belum lagi kualitas pekerjaan dinilai cukup sembaraut, amburadul, dan bergelombang.

Ketiga, batu Split diduga digunakan sepertinya hanya sebagian. Tentu jadi pertayaan, apakah sudah sesuai aturan penggunaan batu 2/3 tersebut, sedangakan jalan dikerjakan sepanjang kurang lebih 160 meter.

Sementara itu, Amir 56), rekanan yang mengerjakan proyek tersebut dibincangi dilapangan terkait realiasai proyek tersebut tidak banyak berkomentar.Kemedia dia mengatakan jika proyek dikerjakan sudah sesuai dan mengacu dengan aturan.

“Benar, ini Proyek ABPD Merangin tahun 2026, bukan ABPD -P, kita baru sekitar satu Minggu bekerja,”ujar Amir.

Saat ditanya Amir, terkait kualitas pekerjaan kurang maksimal, dan bahkan terdapat retak meski  baru selesai dibangun. Amir berkilah sejauh ini tidak proyek itu ada yang retak.

“Mana yang retak,” singkat Amir.

Meski Amir menyanggah proyek dikerjakan itu ada yang rusak, tapi salah seoranh tukang (Pekerja) membenarkan memang ada sebagian yang rusak.

“Ada retak pak, di ujung itu. Itulah kodrat alam, main air basah, main coran retak, hal biaso itu,”pungkasnya.(Redaksi)