Warga Sebut Ada Alat Excavator Tambang Emas Ilegal Oknum TNI Berisial D Beroperasi di Desa Salambuku

JurnalOne.com, BANGKO – Aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat  berat berupa Excavator di Kabupaten Merangin, Jambi, kian hari kian brutal dan semakin terbendung, Kamis (01/10/2026) kemaren.

Pada praktek ini sepertinya tidak hanya masyarakat biasa terlibat adanya indikasi perampokan kekayaan milik negara tersebut. Akan tetapi banyak aparatur dan aparat menekuni bisnis itu. Mulai dari oknum Kades, ASN, bahkan oknum TNI juga turut serta merusak alam dan menguras isinya.

Hal ini sebagaimana dibuktikan hasil investigasi media ini di Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Mesumai. Disana, tepatnya bersebelahan dengan jembatan didalam kebun warga ditemukan satu unit alat berat Excavator ber merk Sany melenggang bebas beroperasi tanpa tersentuh hukum.

Cukup mengejutkan lagi, beberapa warga setempat memberitahukan siapa “Bos” pemilik usaha ilegal sedang asik asiknya beroperasi tersebut. Sontak informasi dari warga itu membuat kaget, dengan lantang dan tanpa ragu dia mengatakan jika sang pemilik merupakan oknum TNI aktif berinisial D. Dia saat ini bertugas di Kodim 0420/Sarko.

“Dari mano bang. Sepetinya kamu dari Media. Kalau kamu media, lihat itu ada Alat berat tambang emas ilegal bermerk Sany beroperasi didekat jembatan dalam kebun warga. Bosnya oknum TNI bernisial D.Dia anggota TNI aktif, saat ini bertugas di Kodim, 0420/Sarko,” ungkap warga tersebut memberika informasi kemedia ini.

Sepengetahuannya, lanjut sumber itu, aknum berbaju loreng tersebut sudah lama berkecimpung bisnis pada tambang ilegal. Bahkan namanya cukup mafiliar di mata para penambang. Namun beropetasu di Desa Salambuku baru sekitar kurang lebih dua bulan.

“Pemain lamo oknum TNI D ini. Dari penambang lokal,hingga mendatang sudah tau semua sepak terjangnya. Yang baru ini main di Desa Salambuku ini kurang lebih dua bulan,” terangnya.

Sedangkan oknum TNI  D, dikonfirmasi media ini tentang keterlibatanya pada bisnis ilegal tersebut melalui sambungan telepon Whatsapp, seperti agak mengelak. Dia agak keberatan kalau namanya dicatut dalam praktek pada pusaran tambang ilegal tersebut.

“Kalau dibilang saya disebut bermain tambang emas ilegal menggunakan alat berat itu saya agak keberatan. Kalau keponakan saya mungkin ya,”begitu jawab D.

D juga meminta kemedia ini agar memberitahukan siapa warga mengatakandia aktor intrlektual dilabalik aktuvitas tambang ilegal tersebut.

“Kasih tau, siapa warganya yang kasih tau. Biar jelas, selama ini saya juga berkawan dengan rekan media, rasanya pernah gak kita ketemu,” tukasnya.(Redaksi)