JurnalOne.com, BUNGO – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo, Jambi, dikabarkan kerap dijadikan tempat para pelangsir ilegal memburu minyak subsidi jenis solar, Rabu (23/08/2023).
Tak ayal, akibat hal tersebut, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar acap menjadi langka. Maraknya aksi itu membuat masyarakat setempat menjadi gerah.
“Dari dulu, sampai saat ini SBPU Lubuk Landai ini, terus jadi masalah, karena dijadikan oleh pedagang tempat melansir minyak solar,” kata TM (45), minta nama tak ditulis.
Bahkan lanjut TM, informasinya pihak aparat Resort Bungo sudah mengetahui persolan ini. Dalam waktu infonya bakal diselidiki.
“Katanya begitu bakal diselidiki oleh aparat. Biar ditangkap sekalian,” singkat TM.
Dikutip dari, Sumbernews.id Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram saat ditemui, Selasa (20/12/2022) delapan bulan silam baru membenarkan maraknya aksi SPBU Lubuk Landai.
“Iya baru mengetahui, pelangsiran marak terjadi sekarang ini di tengah kelangkaan BBM jenis solar, di SPBU Lubuk Landai,” kata Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram.
Sejauh ini, lanjut Bram, pihaknya terus berupaya salah satunya memasang Aplikasi agar SBPU tersebut dalam pantauan. Namun, sayangnya keterbasan jaringan internet, sehingga tidak tekaper mengakibatkan sukarnya data diperoleh.
“Ketersediaan infrastruktur internet tidak terkaper oleh jaringan indihome, sehingga tidak memberikan data. Akibatnya sulit mendeteksi terjadi permainan,” tutur Bram.
Masih dikatakan Bram, saat ini Polres Bungo mengandalkan personel bertugas mengawasi aktifitas di SPBU itu.
“Selain di Purenti Luweh, dua titik ini hanya mengandalkan personel Polri. hanya saja, mungkin karena kami juah dari pengawasan kemungkinan besar memang bisa bermain saat Polisi makan siang,” imbuh Bram.
Dalam kasus ini, Bram menegaskan akan menindak siapapun berbuat curang. Baik, dari oknum petugas SBPU, dan para penglasir tersebut.
“Siapa petugas SPBU yang melayani seperti itu akan kami proses. Kami akan membuat surat teguran kepada pihak SPBU dan Pertamina. Dan berharap Pertamina akan memberikan sanksi penutupan penghentian pemberian BBM.
“Kami mengharapkan pemilik SPBU benar – benar satu Visi dengan kami tidak mentolerin permainan BBM bersubisi,” tandasnya.(*)
Penulis/Andi Fernandes.
Sumber/Sumbernews.Id











