Anggaran Dipangkas 240 Miliar, Bupati M. Syukur Ubah Strategi Bangun Infrastruktrur

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Kendati anggaran Kabupaten Merangin dipangkas Rp 240 Miliar tahun 2026 ini, tak membuat Bupati Merangin M. Syukur berhenti untuk membangun, walaupun harus memutar otak, Senen (03/03/2026).

Tahun 2025 katanya, Merangin dipangkas Rp 150 Miliar, dan itupun masih diangggap berhasil karena sudah bisa membangun infrastruktur sepanjang 18 Km ruas jalan, ditambah lagi fasilitas lainnya.

Pada tahun 2026 ini supaya membangunan terap berjalan, Bupati M. Syukur merubah strategi, tidak lagi membangun infrastruktur melainkan mengadakan alat berat, (grader dan vibro), dan alat itu nanti digunakan diderah jalan rusak, sehingga dapat mobilitas masyarakat terjamin.

Hal ini sebagaimana dikatakan Bupati M. Syukur, didampingi istri, Lavita Syukur, saat melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Margo Tabir, Senin (02/03/2026) malam.

“Acara ini bukan sekedar seremonial, tetapi memiliki makna luar biasa untuk membangun silaturahmi. Sebagai Bupati, saya ingin selalu dekat dengan masyarakat dalam keadaan apa pun,” ujar M. Syukur.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai infrastruktur, Bupati mengakui kondisi jalan di wilayah tersebut masih memprihatinkan disebabkan Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini menghadapi tantangan berat berupa pemotongan anggaran dari pemerintah pusat mencapai ratusan miliar rupiah sejak tahun 2024. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa efisiensi tetap dilakukan.

“Tahun 2025, meski anggaran dipotong Rp150 miliar, kita berhasil membangun hampir 18 km jalan. Untuk tahun ini, pemotongan anggarannya Rp240 miliar. Karena anggaran aspal terbatas, kita mengubah strategi dengan pengadaan alat berat (grader dan vibro) di setiap wilayah agar jalan rusak tetap fungsional dan bisa dilewati warga,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Bupati juga memaparkan sejumlah program sosial dan pendidikan yang diluncurkan pada tahun 2026 seperti beasiswa pendidikan untuk mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, kursus bahasa asing gratis di setiap kecamatan, bantuan untuk 18 Pondok Pesantren serta program replanting dan subsidi bibit sawit.

Menutup rangkaian acara, Bupati menyerahkan bantuan pribadi Lavita Syukur untuk 28 anak yatim piatu, bantuan Baznas Rp 1.500.000 danan program CSR Bank 9 Jambi senilai Rp 5.000.000.

Terkait isu teknis di Bank Jambi, Bupati menjamin keamanan dana nasabah. “Bank Jambi adalah aset daerah. Meski ada kendala teknis pada layanan ATM, transaksi manual tetap lancar dan tabungan masyarakat dijamin aman,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pengadilan Negeri Acep Sopian Sauri, Perwakilan Polres Merangin, Kepala Bank Jambi Lidya Atrika, Ketua DWP Merangin Sri Rezeki, kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, Kadis PU Risdiansyah, Kadis Pertanian Mujibur, Kadis Pendidikan Misrinaldi, Kadis Perkim Sibas, Direktur PDAM Antoni, Plt Kadis DPMPTSP Agus Salim Idris, Sekdin Dukcapil, perwakilan BAZNAS, Camat Margo Tabir Murliadi, para Kades dan warga sekitar.(*)