Empat Alat Berat Tambang Emas Ilegal “Rampas” Isi Alam Sungai Duo atau Paruh, Salah Satunya Alat Milik Mantan Anggota DPRD

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO Sedikitnya empat alat berat Excavator pertambangan emas ilegal sedang terpantau merampok isi alam Sungai Duo, Kecamatan Lembah Masurai, Merangin, Jambi, Senen (14/09/2026).

Dari keempat alat berat itu, salah satunya diduga diketahui milik mantan anggota DPRD Merangin yakni Jarjani. Gajah gajah besi tersebut beroperasi tepatnya Rantau Busuk, atau Paruh, masuk wilayah Administrasi tiga Desa, Desa Rantau Jering, Desa Muara Lengayo, dan Desa Muara Pangi.

Terkuaknya praktek perampokan kekayaan negara secara brutal ini sebagaimana diceritakan lansung oleh warga Desa Muara Pangi sebut saja NY (37), saat memberikan informasi tersebut ke media ini  sekitar beberapa hari yang lalu.

“Alat beroperasi Rantau Busuk atau Paruh itu bang dimilik Jarjani dan rekannya, kan dio anggota DPRD Merangin dan rekannya.Saat ini empat unit alat Excavator beroperasi disana,” ungkap  NY (37) memberikan informasi.

Saat ditanya, sudah berapa lama Jarjani bermain alat berat untuk aktivitas tambang emas ilegal? NY mengatakan, setaunya Jarjani membuka praktek tambang emas sudah lama, namun beroperasi di Sungai Duo atau Paruh itu baru baru ini.

“Kalau main tambang menggunakan alat berat lamo, sejak tidak terpilih jadi anggota DPRD. Kalau didusun ini lebih kurang beberapa minggu ini lah, kalau ingin lebih jelasnya lagi silahkan tanya kedia lansung,”pinta NY  sambil menyodorkan nama Hadpone milik Jarjani.

Sedangkan,Jarjani dikonfirmasi melalui ponsel tentang bisnis ilegal yang dilakoninya tersebut awalnya menyangkal, namun diujung konfirmasi dia memgakui alat berat tersebut hanya mengatas namakan namanya.

“Dimano alat itu, abang dak ado punyo alat Dindo, itu mengatas nama abang be,”jawab Jarjani singkat.

Saat ditanya Jarjani jika memang bukan alat abang, alat siapakah saat ini sedang beroperasi di Desa Rantau Jering tersebut? Namun sayangnya Jarjani tidak jawab pertayaan dari dari redaksi media ini meski pesan Whatsapp media in sudah terbaca.(Redaksi).