Tangkap Lepas Dua Excavator di Pulau Rayo, APMJ Desak Kapolda Copot Kapolres Merangin

JurnalOne.com, JAMBI – Puluhan aktivis mengatasnamakan Aliansi Pemuda Mahasiswa Jambi (APMJ) melakukan aksi demontrasi dihalaman kantor Mapolda Jambi, Jum’at (11/09/2026).

Pada aksi tersebut APMJ mendesak agar Kapolda Jambi tidak lagi melakukan kegiatan razia aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Merangin karena menurut mereka hal tersebut merupakan hanya agenda seremonial belaka.

“Aksi kita hari ini untuk menuntut Kapolda Provinsi Jambi menghentikan razia tambang ilegal di Kabupaten Merangin lantaran razia dilakukan itu diduga syarat dengan  agenda seremonial,”tegas kordinator aksi Iqbal Dinata.

Selain itu,  dalam kasus ini Iqbal juga menuntut  Kapolda mencopot Kapolres Merangin agar turun dari jabatannya.Karena mereka diduga menjadi biangkerok terjadinya kong kalikong dengan “Bos” pertambangan ilegal di Merangin.

“Semakin dirazia bukan tambah berkurang aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Merangin, tapi semakin marak dan banyak,”lanjut Ikbal.

Selanjutnya dalam orasi itu Igbal juga menuntut Kapolda untuk mundur dari jabatanya apabila tidak bisa membuktikan atau mengkoordinasikan bahwa Kapolres Merangin dan anggotanya diduga terlibat dalam pusaran kasus raibnya dua unit alat berat Excavtor usai ditangkap saat razia di Pulau Rayo, Bangko sekitar dua Minggu lalu.

“Kita minta Kapolda usut Kapolres Merangin dan anggotanya atas ‘Tangkap Lepas’ dua alat berat Excavator di Pulau Rayo baru ini. Diduga kuta telah terjadi kong kalikong dalam persoalan tesebut,”tukas Iqbal.

Sedikitnya ada enam poin tuntutan APMJ melakukan aksi didepan Polda Jambi diantaranya:

1.Hentikan semua jenis macam razia terhadap aktivitas PETI Merangin jika hanya sebagi agenda seremonial atau agenda kongkalikong terhadap pelaku PETI .

2.Mendesak pencopotan jabatan Kapolres Merangin karna diduga cawe cawe dalam agenda seremonial terhadap pelaku peti dikab.merangin.

3.Menutut Kapolda Jambi menindak oknum kepolisian Merangin yang diduga terlibat dan membekengi aktivitas PETI.

4.Mempertanyakan keberadaan 2 alat berat yang sudah ditangkap didusun Bangko.

5.Meminta Kapolda Jambi memeriksa Kapolres, Kasat reskrim dan Kanit Tipidter karna sudah lalai dalam bertugas saat penangkapan 2 alat berat dan terkesan cawe cawe dalam berwenang.

6.Mengecam segala bentuk kegiatan Polres Merangin yang hanya menjadi giat seremonial.

Selaku koordinator aksi Iqbal sangat menyayangkan atas terjadinya kelalaian dan penyalahgunaan jabatan yang terjadi dipolres merangin. Ia mengecam tindakan tersebut karna telah berulang kali terjadi sehingga menjadi polemik besar ditengah masyarakat Merangin.

Ia mendesak kapolda jambi agar cepat dan tanggap dalam menindak atas kelalaian dan penyalah gunaan jabatan dilakukan oleh oknum kepolisian di Polres Merangin.(*)

Repoter/Ir Syamil