Al Haris Sebut Pengusaha dan Pekerja Tak Bisa Dipisahkan

JurnalOne.com, JAMBI – Gubernur Al Haris menyebutkan pengusaha dan pekerja merupakan rangakian yang tak bisa dipisahkan, merekan adalah satu kesatuan.Pengusaha membutuhkan pekerja guna menjalankan roda produksi dan mencapai target perusahaannya.

Sedangkan pekerja, membutuhkan pengusaha untuk lapangan kerja dan upah. Keduanya terhubung dalam ekosistem simbiosis mutualisme—saling membutuhkan dan saling berkontribusi untuk keberlangsungan usaha dan kesejahteraan bersama.

Hal itu dikatakan Al Haris saat menghadiri Peringatan Hari Buruh Tahun 2026 Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, di Lapangan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Kamis (30/04/2026) pagi petang.

“Saat ini Gini Ratio Provinsi Jambi sudah semakin baik, di atas angka 2,91. Artinya ketimpangan dan kesenjangan penghasilan di Provinsi Jambi sudah semakin berkurang dan semakin ada perbaikan, kalau dibanding dengan Sumsel masih diatas Provinsi Jambi kesenjagannya.Di Sumatera yang diatas provinsi Gini Ratio-nya diatas 3 Aceh, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung dan Jambi, Sumsel mendekati angka 3, Riau mendekati angka 3,04, Kepri yang luar biasa investasi cukup tinggi kesenjangan 3,85, dan Bengkulu 3,39,” sebut Al Haris.

Al Haris menjelaskan, hal ini terjadi bahwa betapa pentingnya untuk menjaga hubungan harmonis antara buruh dan pengusaha. Sebab keduanya saling membutuhkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perusahaan dan pekerja itu seperti satu rumah besar, harus saling mendukung. Perusahaan bisa untung, pekerja juga harus sejahtera. Di situlah keberlangsungan akan tercipta,” tambah Al Haris.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh buruh di Provinsi Jambi di semua sektor industri dan bidang pekerjaan, atas kontribusinya bagi pembangunan daerah. Mungkin bagi saudara saudari sekalian, bekerja adalah bagian dari kehidupan, membuat diri pribadi dan keluarga sejahtera, namun apa yang saudara saudari lakukan adalah juga bagian pembangunan, produktivitas dan inovasi yang saudara saudari lakukan berkontribusi besar bagi pembangunan ekonomi daerah dalam rangka perwujudan kemakmuran bersama,” jelas Gubernur Al Haris.

Dikatakan Gubernur Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya melaksanakan berbagai upaya dalam peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh. Peningkatan di Provinsi Jambi yang terus meningkat setiap tahun menjadi salah satu wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja/buruh.

“Penetapan Upah Minimum Provinsi tersebut berdasarkan Kajian Hidup Layak (KHL) di Provinsi Jambi, selain itu, kami mendorong perusahaan agar memberikan perhatian yang sesuai pada tenaga kerjanya dengan mengikutsertakan dalam kepesertaan BPJS, baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menyinggung terkait upah pekerja paruh waktu yang masih rendah. Pemerintah Provinsi Jambi akan terus berupaya memberikan perlindungan, salah satunya melalui program asuransi bagi pekerja rentan yang telah menjangkau sekitar 120 ribu orang setiap tahun.

“Ke depan akan kita tingkatkan lagi. Kita ingin pekerja merasa aman, ada jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan,” terangnya.

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan 200 paket sembako kepada pekerja, santunan 150 amplop bagi anak yatim, serta penghargaan kepada 10 perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Sementara itu, Wakil Ketua Tripartit Provinsi Jambi yang juga merupakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.

Tahun ini kami mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”. Kegiatannya meliputi bakti sosial, pembagian sembako, santunan anak yatim, hingga donor darah,” jelasnya.

Akhmad Bestari juga menyampaikan bahwa rangkaian peringatan May Day akan berlanjut pada 1 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan yang digelar oleh serikat pekerja, perusahaan, hingga elemen mahasiswa di sejumlah titik di Jambi. (*)