Ekonomi Mantap, Namun Terdaftar Sebagai Penerima, Penyaluran Bantuan PKH Desa Muara Pangi Tuai Kritik

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Penyaluran  Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2026 Desa Muara Pangi, Kecamatan Lembah Masurai, Merangin, menuai keritik ditengah publik, Senen (19/10/2026).

Program bantuan semestinya teruntuk bagi keluarga tidak mampu guna meningkatkan tarap ekonomi tersebut, diduga dinikmati toke kaya raya memiliki kebun sawit dan kendaraan.

“Realisasi bansos PKH Desa Muara Pangi ini sepertinya patut dipertanyakan. Masak, orang kaya punya kebun sawit dan kendaraan (Mobil-red) dapat batuan,”ungkap warga Desa Muara Pangi  berinisila RI (50), kemedia ini.

Dikatakatan RI, penerima dimaksud tersebut, bernama Kabri (65).Sang toke memiliki ekonomi cukup mapan di Desa Muara Pangi tersebut. Diketahui selain memiliki kebun sawit sekian hektar, Kabri alias Alimatus  juga memiliki kenderaan pribadi berupa mobil.

“Itu masalahnya, kenala Kabri/Alimatus yang dapat PKH bansos.Padahal dia itu tidak sesuai kriteria penerima.Desilnya 9-10,  itu kategori paling sejahtera. Saya meminta Dinas Sosial, Merangin turun kelapangan, bila terbukti beri sanksi,” tegas RI.

Menurut RI, keriteria penerima memiliki mobil dan lahan sawit luas secara aturan tidak berhak mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan) atau bansos reguler lainnya sebagaimana ditegaskan Kementerian Sosial.

“Bansos hanya ditujukan bagi keluarga miskin atau rentan miskin yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4 (kategori ekonomi terendah).Memiliki kendaraan roda empat atas nama sendiri dan mempunyai lahan luas otomatis mengkategorikan seseorang ke dalam kelompok mampu dan sejahtera sehingga nama mereka wajib dicoret dari daftar penerima,” jelas RI.

RI juga meduga lolosnya Kabri sebagai penerima Bansos tersebut, disinyalir dan ditenggarai ada  keterlibatan Kepala Desa Muara Pangi yakni Arpis.

“Kalau gak ada peran Kades, gak mungkin Kabri bisa terdaftar sebagai penerima bansos. Kan sama sama kita tau semua berkas ditangan pak Kades semua sebelum data itu diinput,” tukasnya.

Sedangkan Kabri diminta keterangan melalui sambungan telepon dan pesan Whatssap terkait hal tersebut belum memberikan jawaban. Nomor dia gunakan sedang tidak aktif.

Kepala Desa Muara Pangi, yakni Arpis. Saat diminta keterangan tentang tidak tepat sasaran bantuan PKH diwilayah administrasinya membenarkan hal tersebut.

”Betul bang tidak salah lagi,” singakat Arpis.

Saat disinggung Arpis kenapa bisa demikian? Arpis mengatakan bahwa pendataan penerima tersebut bukan dari desa, melainkan dari pihak Bulog.

“Dak tau, bang. Dari mana Bulog itu mengambil data penerima,” pungkas Arpis.

Reporter/ Ir Syamil