Polisi di Minta Usut Oknum Ketua BPD Sungai Jering, Aktor Dibalik Tewasnya Operator Alat Berat di Tambang Emas Ilegal

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Masyarakat mendesak Kepolisian Polres Merangin, agar mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum ketua BPD Desa Sungai Jering, Kecamatan Pangkalan Jambu, Merangin, Jambi, bernama Abas pada aktivitas tambang emas ilegal, Sabtu (16/10/2026).

Hal ini buntut tewasnya seorang operator alat berat asal Medan bernama Sukri karena terjebak longsor saat sedangkan bekerja ditambang emas ilegal diduga milik oknum Ketua BPD tersebut tepatnya di Bukit Keramat, Desa Kampung Limo, beberapa hari lalu.

“Kasus tewasnya opertor ditambang emas ilegal ini di Desa Kampung Limo, diminta aparat Kepolisian jangan diam.Kita sudah sama sama tau bahwa pemilik lokasi tambang dan alat itu merupakan oknum ketua BPD Sungai Jering,” ungkap W (52), warga sekitaran lakasi saat berbincang dengan media ini, Kamis (15/10/2026) petang sore.

Kenapa begitu? Menurut W  hukum harus ditegakkan. Dia (BPD) harus bertanggung jawab penuh atas persoalan terjadi dilapangan.Sebab sejauh ini belum dikehui bagaimana bentuk pertanggungjawaban oknum BPD tersebut, kepada keluarga korban.

“Kita hanya tau ada operator meninggal tertibun lonsor saat bekerja mengunakan alat berat.Tapi sejauh ini kita belum tau bagaimana proses pertanggung jawaban BPD itu sebagai pemilik alat berat dan lokasi tambang ke keluarga korban. Jasad korban dikebumikan dimana, apa diantar pulang kemedan kita belum tau,”terang W.

W berharap kasus ini menemui titik terang. Pihak kepolisian sebagai leading sektor penegakan hukum semestinya harus bergerak secepat mungkin melakukan penyelidikan atas kematian korban tersebut.

“Kematian korban bukan biasa. Meninggal tertimpa lonsor ditambang emas ilegal. Merampok kekayaan milik negara, memang ini sudah ranah kepolisian mengusutnya peristiwa ini,”jelas W.

Sementara, Kapolsek Sungai Manau IPTU Hari Satriya diminta keterangannya melalui nomor Whatsapp terkait menyelidikannya kasus kematian operator dilobang tambang milik oknum BPD tersebut, kemedia ini dia mengatakan bahwa pihak telah melakukan penyelidikan.

“Kita sudah melakukan rangkaian penyelidikan dilapangan terkait kasus tersebut.Tetapi pihak kami cukup kesulitan lantaran masyarakat dilokasi tertutup,”singkat Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, dalam dugaan kasus meninggalnya seorang operator alat berat tertimpa lonsor, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai tupoksi salah satunya melakukan penyelidikan. Setelah itu, data tersebut diserahkan keunit Tipidter Polres Merangin.

“Tugas kami hanya melakukan penyelidikan.Nanti hasilnya diserahkan ke unit Tipidter Polres,”sebut Kapolsek memberikan keterangan ke media ini Jum’at (16/10/2026) kemaren.

Sampai berita ini diterbitkan pemilik alat berat dan lokasi yakni Abas sepertinya sengaja memilih bungkam saat dikonfirmasi media ini terkait tewasnya operator alat ditambang emas ilegal diduga miliknya.

Pasalnya, dari Kamis (15/10/2026) petang, hingga kini Abas tidak merespon saat diminta keterangan. Padahal nomornya aktif, tapi ditelpon tidak diangkat. Begitu juga melalui pesan terkirim tetapi sayangnya juga tidak dibalas.(Redaksi).