JurnalOne.com, BANGKO – Kasus dugaan tindak asusila (Pemerkosaan – red) dilakukan Tomi (28) warga Desa Ngaol Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Jambi, keseorang janda muda asal Kota Bangko berinisial YN (28), terus menjadi perhatian publik, Selasa (15/09/2026).
Kali ini, Kepala Desa Ngaol Riki membenarkan adanya perbuatan tidak senonoh tersebut.Bahkan Kemedia ini Riki juga mengaku bahwa pelaku (Tomi-red) adalah warganya.
Namun Rki membantah kejadian itu terjadi di Desa Ngaol, karena menurut informasinya dia dapat petaka tersebut terjadi dalam perjalanan, tepat diantara perbatasan Kecamatan Tabir Barat, dan Kecamatan Sungai Manau.
“Iya bang. Pelaku memang warga kita, saya juga baru tau sekitar dalam dua Minggu ini setelah melihat pemberitaan disalah satu media Online.Padahal kejadiannya sekitar bulan sebulan yang lalu,”ungkap Riki saat dibincangi melalui telepon Whatsapp.
Riki juga tidak menapik bahwa Pelaku Tomi terssebut berprofesi sebagai operator alat berat, tapi bukan bekerjasama dengan “Bos” korban di Desa Ngaol tersebut.
“Saya tidak tau persis dimanak pelaku itu bekerja. Tapi saya tau dia operator alat berat., kalau yang perempuannya informasi memang bekerja sebagai tukang masak dengan salah satu toke alat disini beranama Asrop. Kabarnya, korban pergi dari tambang tanpa permisi dengan Bosnya,” terang Riki.
“Sebagai Kepala Desa hanya tau segelitir bang. Sebab tidak tau dari awal. Kemudian baik korban, masyarakat, dan pelaku tidak ada yang melaporkan persoalan ini ke saya. Tau tau hal ini sudah ditangani pihak Polres Merangin. Kabarnya beberapa saksi telah dipanggil,”tambah Riki.
Meski begitu, lanjut Kades pihaknya akan berupaya memanggil pelaku dan rekannya dalam waktu dekat ini. Saat ini belun sempat, lantaran kabarnya sedang menjadi saksi di Polres Merangin.
“Kita upaya kumpulkan orang orang ini, biar jelas apa yang sebenarnya terjadi. Saya jujur aja,laporan tragedi kesaya juga tidak pernah, saya dilibatkan mengurus ini juga tidak pernah. Bukan saya tidak mau mengurus,”tukas Riki.
Namun sayangnya, sampai berita ini ditebitkan Bos tambang ilegal tempat korban bekerja bernama Asrop dikonfirmasi media ini melalui pesan Whatsapp terkait ada dugaan kelalaian dan pembiaran terhadap korban sehingga praktek memalukan ini terjadi sepertinya sengaja tidak merespon.
Nomor yang biasa digunakan dia aktif. Tapi Asrop sepertinya memang sengaja memilih bungkam dari konfirmasi Redaksi media ini.(Redaksi).













