Korupsi Pemekaran Desa Libatkan  Kadis  DPMD  Tebo Mencuat

JurnalOne.com,  TEBO  –  Dugaan  korupsi  berjamaah  pemekaran  15  Desa  sekitar  bulan  Desember  tahun 2022 lalu, ditenggarai  Kepala Dinas  Pemberdayaan  Masyarakat   dan    Desa,  (DPMD) Kabupaten  Tebo,  bersama  15   Kepala     Desa   menyeruak   kepermukaaan,  Kamis (24/08/2023).

Berdasarkan,   hasil investigasi  crew  media  ini  dilapangan dengan   bebarapa  Kades mengakui,  sedikitnya   Rp 50 juta  perdesa  diambil dari  ABPdes   untuk  biaya  pemekaran  15 desa  dengan  alasan  guna   pembuatan   Peta  Desa,  rapat, makan  minum,  dan   ATK.

“Iya  bang,  itukan  berdasar  hasil musyawarah. Kegunaan  uang itu biaya   pemetaan  Desa  induk, Desa  pemekaran,  serta  biaya   makan minum   rapat,  termasuk  pengadaan  alat   tulis   dan   foto Copy  dokumen untuk    disampaikan   ke   Provinsi  serta  Mendagri,” jawab  Kades  Unit 12  Rimbo   Bujang  dua  Minggu lalu.

Selain  Kades  Unit 12,  Kades  Unit  8 juga  membenarkan. Tetapi  meminta  media  ini   jangan   mengekpos  kegiatan  ini    dulu,   karena  saat  ini  belum  tepat.

“Jangan  diekpos  dulu,  sebab   saya masih   dirumah,   belum  tepat   saat ini,” singkat  Kades Unit  8.

Sementara  Kepala  Dinas  DPMD  Tebo  Malik,  dibincangi  melalui pesan   Whatsapp  juga  tidak  menapik. Namun anehnya,  jawabannya   membuat    media   tersontak,    lantaran    bahasa  jawaban    diberikan    sama   dengan  Kades,   seolah   –    olah   sudah  disusun    rapi    direncakan   agar  satu suara.

“Biaya  kegiatan  pemekaran  Desa  dilaksanakan  beberapa  kegiatan diantara  lain   untuk   pemetaan Desa  induk  dan  Desa  pemekaran,  atau  pembuatan  peta  Desa, biaya makan   minum dan  rapat, termasuk pemgadaan  alat  tulis   serta Photo Copy  dukumen   untuk   disampaikan ke Provinsi    dan   Mendagri. Dan ini sudah diaudit  oleh Inspektorat,” jawab Malik.

Saat  ditanya,  uang  Rp 50 juta itu  apakah disetor  juga  kementrian?  Dia  mengatakan,  Kementrian  tidak  ada kaitan  dengan dana  tersebut.

“Kalau ditanya  ke Kementrian, mereka  pasti  tidak tau,” tambah Malik lagi.

Menariknya,  yang  dilakukan  Kadis DMPD Tebo  bersama  Kades  tersebut  tidak  dibenarkan  Inspektorat  Provinsi  Jambi  Agus Harianto.  Karena  menurut  Agus    semua  kebutuhan  biaya    pemekaran    Desa    sudah dianggarkan    di ABPD    masing   –  masing      Kabupaten.

“Seharusnya,   semua  kebutuhan biaya  pemekaran   Desa di  harus  dianggarkan dari  APBD  masing  – masing  Kabupaten.  Soal  menempatan    anggran    sesuai    tugas   dan pungsi   yang   membahi Desa,” tandasnya.

Berikut  15  Desa  dimekarkan  oleh Kabupaten Tebo  melalui  Dinas DPMD  pada Desember  tahun 2022 silam.

Kecamatan  Rimbo Ulu

1. Desa  Mekar Sari
2.Desa  Muara Arum
3.Desa  Muara Mulya
4.Desa Damai Makmur
5.Desa Suka Jaya
6.Desa Sido Mulyo

Kecamatan Rimbo Bujang.

1. Desa  Mekar Kencana
2. Desa Purwo Dadi
3. Desa Tegal Sari
4. Desa Perintis Jari
5. Desa Perintis  Makmur
6. Desa Jaya Mulya

Kecamatan Tengah Ilir

1. Desa Lubuk Madrasah Ulu

Kecamatan Rimbo Ilir

1. Desa Giri Mulyo

Dan  Desa  Kecamatan  Tebo Ilir

Penulis/Andi Fernandes
Editor/Rafik