JurnalOne.com, BUNGO – Masyarakat Pasar Desa Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, dua tahun terakhir ini cukup dibuat gerah, oleh oknum Rio, (Kades), bernama Hadi Fauzan Kamis, (17/08/2023).
Pasalnya, sejak dilantik sebagai Peganti Antar Waktu (PAW), dua tahun silam, Pendapatan Asli Daerah (PAD), jauh dari kata dari keterbukaan terhadap masyarakat.
“Sejak menjabat, dua tahun silam keuangan Desa dan PAD Pasar Lubuk Landai tidak Transparan. Rio dulu, guru ngaji nerimo honor dari dari PAD Pasar. Rio sekarang gerobak sampah tidak di perbaiki, katanya tidak Ado sennyo,” kata MY (37), warga setempat, minta namamya diinisialkan.
Setau MY, hasil pedapatan Pasar Lubuk Landai cukup pantastis mencapai tujuh juta per Minggu. Sebulannya, nominal menyentuh angka puluhan juta. Ditambah lagi uang Kas Pasar Rp 15 juta yang disimpan Datuk Rio.
“Kemana pergi uang itu, kok sampai honor guru ngaji gak terbayar. Fasilitas angkutan sampah tidak diperbaiki. Bagai mana Pasar ingin maju, jangan – jangan uang PAD Pasar dan Kas, masuk kantor pribadinya,” duga MY dengan nada kesal.
Dia berharap, sebagai Pemangku Kepentingan traspran lah dalam mengelola keuangan. Baik itu keuanga Desa, maupun PAD Pasar ini.
“Setiap Sebulan atau Seminggu laporkan keuangan. Biar masyarakat ini tau kemana saja uang itu dibelanjakan. Kalau tidak kejelasan kayak gini timbul Su’uzon dikemanakan uang itu,” sebut MY.
Sementara itu, Datuk Rio dikonfimasi media ini dugaan masyarakat tidak trasparan dalam mengelola PAD dan Kas Desa menepis. Katanya, Pasar Lubuk Landai hanya Pasar Tradisional, tak seperti apa yang ditudingkan.
“Soal penggolaan Pasar, ada pengurusnya. Hasilnya, empat juta sampai lima juta perbulan. Uaangnya digunakan untuk biaya Operasional Pasar itu sendiri. Bayar rekening listrik, honor pengurus, honor pemungut Retribusi pasar, honor Keamanan , honor petugas kebersihan pasar, biaya kendaraan operasional pasar,” jawab Hadi Fauzan.
Hadi mengkui, Pengeluaran hasil PAD Pasar cukup besar. Sedangkan, hasilnya masih minim. Ditambah lagi saat ini Covid 19 juga menjadi pemicu kurangnya masukan dari Pasar.
“Pengeluaran besar, sedangkan hasil dari Pasar masih sangat minim akibat pandemi Covid 19 berdampak pada pasar kami,” tandasnya.(*)
Penulis/Andi Fernandes
Editor/Rafik













