Kontrak Nyaris Habis,!! Pekerjaan Hanya 70 Parsen, Fisik DAK SMAN 2 Tabir Terancam Terbangkalai

Jurnalone.com, BANGKO – Pekerjaan Proyek fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) SMA Negeri 2,Jalan Ibrahim Sajo Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, sebanyak delapan paket terancam terbangakalai, Rabu, (21/202/2023).

Pasalnya, hingga saat ini pekerjaan menelan dana hampir lebih kurang Rp 2 milyar secara keseluruhan tersebut hanya mencapai 70 parsen. Sementara, kontrak pekerjaan habis per 30 Desember bulan ini.

“Saya rasa tidak bakal selesai delapan paket pekerjaan fisik SMAN 2 bersumber DAK di Jalan Ibrahim Sajo Kecamatan Tabir, karena waktu pekerjaan tinggal menghitung hari. Sedangkan, progres pekerjaan hanya mencapai 70 parsen saat ini, nampaknya lokak terbangkalai,” ungkap YZ (45), salah seorang LSM yang memantau pekerjaan tersebut.

Disamping itu, sambung YZ, kuantitas dan kualitas pekerjaan delapan paket itu juga terbilang asal asalan. Karena terkesan dipaksakan guna mengerjar target kontrak, Itu yang membuat syarat tidak mengikuti teknis.

“Pekerjaan asal asalan, mulai bangunannya, serta kayu konsen masih baru, tapi banyak dimakan rayap. Apa lagi daun jendela banyak kayu racuk (kayu muda -red).Segala dokumentasi sudah kita ambil,” tegas YZ.

Hal senada disampaikan, DP (48), ia juga mengklaim pekerjaan itu sepertinya jauh dari kata harapan. Lantaran waktu pekerjaan semakin mepet, tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada mutu dan kualitas.

“Waktu saat ini sangat mepet, 30 Desember kontrak habis. Itu yang membuat kuliatas asal asalan. Nanti kita terus pantau,” singkat PD.

Ironisnya lagi, sambung PD, pekerjaan ini diperparah disinyaliar tidak dikerjakan Kepsek dan melibat guru guru yang bekompeten secara (Swakelola -red), melainkan diduga kuat di Sub Kontraktor oleh Kepsek.

“Kami pernah ketemu rekanan yang ditunjuk Kepsek sebagai Sub kontraktor. Dan kontraktor itu mengakui dia ngesub di pekerjaan itu. Padahal pekerjaan itu Swakelola, secara tidak lansung Kepsek sudah menyalahi aturan,” kata DP, saat memberi keterangan.

Sementara Kepsek SMAN 2 Tabir Jondra Polta dikonfirmasi melaui nomor Hp via Whatsaap membantah progres 70 parsen. Dia mengatakan, saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 90 parsen dan itu berdasarkan penilaian dari konsultan.

“Bedasarkan penilaian konsultan progres pekerjaan sudah hampir 90 parsen. Mungkin agak terlambat karena keterlambatan pencairan, kita tidak mau ambil resiko,” jawab Jondra Polta.

Terkait proyek diSubkontraktor pekerjaan semestinga Swakelola itu, sepertinya Jondra Polta juga mengelak. Dia menyebutkan semua pekerjaan diserahkan ke Kepala tukang, terlebih lagi SMA 2, guru guru banyak dari kalangan ibuk ibuk, bukan di Subkontraktor.

“Pekerjaan itu, saya suruh kawan sebagai kepala tukangnya, karena kalau kita semua takut tidak tekejar waktu. Apalagi kita di SMA 2 banyak perempuan guru gurunya.Jadi, bukan di Subkontorkan, tapi kita minta tolong  kepada kawan yang paham masalah bangunan,” tambahnya.

Disinggung soal kayu, Jondra mengatakan, berdasarkan juknis DAK, kayu yang digunakan kelas 2. Kadang kadang, ada kayu yang bagus masuk, ada juga kayu yang kurang. Kalau dimakan rayap sepertinya tidak.

” Sesuai aturan DAK, kayunya kekas dua. Tapi pada realisainya mungkin ada yang bagus dan ada yang kurang mutu kayunya. Kalau makan rayap tidak ada. Kan di pantau terus .oleh pengawas, konsultan, dinas pendidikan sampai saat ini, sejaub ini belum ada tegurannya,” tandasnya.

Kabid SMA Provinsi Jambi Misrinaldi dikonfirnasi media ini menguraikan pihak akan terus memantau jalannyaprogres fisik SMAN 2 tersebut. Jika tidak terselesaikan sesuai dengan kontrak sampai 30 Desember ini pencairan disesuaikan persentase pekerjaan.

” Ya, kita tau, kita lihat perkembangannya nanti sampai 30 Desember ini, jika tidak rampung pencairannya sesuai dengan persentase pekerjaan,” tutur Misrinaldi.

Bagi Misrinaldi, tidak mempersoalkan pihak media dan LSM mengawasi pekerjaan tersebut, karena sebagai kontrol sosial hal itu merupakan kewajiban bersama sama mengawasi  dan salah satu bentuk transparansi pengunaan uang negara.

“Kalau memang ada persoalan di pekerjaan fisik SMAN 2 tersebut, tolang sampaikan. Kami dari Provinsi akan berkoordinasi dengan Kepsek yang bertanggung jawab, dalam pembangunan tersebut,” tukasnya(*)

Penulis/Editor/Rafik