Ketua BPD Desa Benteng Terlibat Skandal Tambang Emas Ilegal

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Ketua BPD Desa Desa Benteng, Abubdjani alias Cabun, dikabarkan terlibat skandal tambang emas ilegal mengunakan alat berat Excavator beroperasi dibelakang Dusun Benteng Bawah, Bukit  Mempayung, Kecamatan Sungai Manau, Merangin, Jambi, Sabtu (24/10/2025).

Alat berat bermerk Hitaci nampak terciduk disela sela semak belukar tengah bekerja mengeruk butiran matereal batu berisi emas (Bensai) setelah itu dianggkat lalu didulang mengunakan Box (Saringan) yang telah disiapkan.

“Alat  berat merk Hitaci berkerjo dekat pengubun (Kuburan -red) Bukit Mempayung, itu alat diduga tambang ilegal milik Cabun, oknum ketua BPD Desa Benteng ini,”ungkap RD (47) tak lain adalah orang dekat Cabun.

Diceritakan RD, sepengetahuannya dalam menjalankan bisnis perampasan kekayaan milik negara tersebut, ketua BPD tidak sendirian. Dia bekerjasama lansung dengan pemilik alat berat.

“Pada aktivitas itu oknum BPD tidak sendiri. Kabarnya dia berkongsi dengan pemilik alat itu sendiri bernama Amin,” tambah RD.

Saat disinggung RD jika demikian, sudah berapa lama oknum BPD itu bermain praktek tambang emas ilegal menggunakan alat berat? RD mengatakan tidak mengetahui secara pasti.

“Kalau berapa lamo dio main alat tambang emas ilegal pakai alat berat, itu gak tau persis saya. Namun kalau dia buka tambang disini sekitar kurang lebih dua bulan lalu, kalau ingin lebih  jelas lagi silahkan hubungi yang bersangkutan lansung,” tukas RD seraya memberikan nomor kontak pribadi ketus BPD tersebut.

Sementara itu ketua BPD Abundjanj dikonfirmasi media ini melalui sambungan Whatsapp telepon membenarkan profesinya sebagai BPD. Akan tetapi ia membantah terlibat dalam praktek tambang ilegal mengunakan alat berat.

“Sejauh ini saya tidak pernah bermain tambang ilegal menggunakan alat berat,” elak Abundjani.

Abundjani juga menyalahkan bahwa data masuk keredaksi media ini bahwa bisnis ilegal dilakoni tersebut bekerjasama dengan pemilik alat itu tidak benar. Apa lagi bekerjasama Amin.

“Salah itu data.Itu tidak benar kalau kalau saya bekerjama dengan Amin dalam tambang ilegal. Kembali saya tegaskan, saya tidak pernah terlibat dalam aktivitas PETI,” tukasnya.(Redaksi).