JurnalOne.com, BANGKO – Dugaan laporan pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) fiktip pada proyek jembatan tahun 2025 Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Jambi, mencuat kepermukaan, Kamis (24/09/2026).
Informasi didapat media ini dari tokoh dan warga setempat sebut saja MZ (48), proyek menelan angaran sekitar Rp 312 juta digelontorkan dari Dana Desa (DD) tahun 2025 tersebut, baru saja rampung dikerjakan pada pertengahan tahun 2026 ini. Sedangkan laporannya pekerjaan itu sudah dilaporkan seratus parsen ke Aplikasi ditahun 2025.
“Proyek jembatan Desa Ngaol anggaran tahun 2025 patut dicurigai.Proyek bersumber Dana Desa (DD) sebesar Rp 312 juta itu diselesaikan tepatnya dipertengahan tahun 2026 ini, tapi laporan dilaporkan tahun 2025 seratus parsen, sudah diupload pulo ke Aplikasi,” ungkap MZ (48), warga Desa Ngaol saat memberikan informasi kemedia ini.
Secara mekanisme, kata MZ, tidak mempersoalkan realiasi dan penggunaan Dana Desa Desa Ngaol tahun 2025 dan diserap tahun 2026, sepanjang mengikuti aturan yang berlaku.
“Secara aturan angaran 2025 tidak yang melarang direalisasikan tahun 2026 dengan catatan harus di Silpakan dulu.Dianggarkan ulang, nanti penggunaan anggarannya di APBD -P, begitu saya rasa mekanismenya,”terang MZ.
“Disitu letak perbedaan proyek Jembatan Desa Ngaol ini. Masalahnya, sudah jelas di Aplikasi laporan seratus parsennya sudah dilaporkan tahun 2025, sementara pekerjaan dilapagan baru selesai tahun 2026, kan aneh,”tukas MZ.
Bedasar hal itu, MZ menduga realisasi dan pelaporan proyek jembatan Desa Ngaol tahun 2026 itu syarat dengan kejanggalan. Besar kemungkinan pihak Desa membuat laporan palsu dan fiktip pada proyek tersebut.
“Secara logika aja dulu, proyek anggaran 2025 diselesaikan tahun 2026. Sedangkan laporannya dibuat ditahun 2025, saya rasa disitu letak masalahnya, kuat dugaan ada indikasi membuat laporan fiktip,” jelas MZ.
Sementara itu, Kades Desa Ngaol Riki diminta keterangan terkait dugaan pelaporan SPJ fiktip pada sejumlah proyek tersebut, dari Rabu (23/09/2026) kemaren hingga Kamis (24/09/2026) siang ini, melalui telepon Whatsapp tidak memberi keterangan.
Nomor telepon biasa dia gunakan bernada aktif, namun tidak diangkat. Begitu juga dengan pesan dikirim hanya dibaca namun tidak memberikan jawaban.(Redaksi).













