Gubernur Al Haris Tak Pernah Lelah, Kembali Berjibaku Padamkan Api Karhutla di Muaro Jambi

JurnalOne.com, MUARO JAMBi – Gubernur Jambi Al Haris kembali terjun lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kali ini di desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, guna memadapkan api yang membakar lahan warga seluas sekitar 28 hektare.

Al Haris didampingi Danrem 042/Garuda Putih, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Usai proses pemadaman, Al Haris memastikan kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih harus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama karena masih terdapat asap di lokasi.

“Alhamdulillah api sudah padam, namun masih ada asap. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan sehingga tidak ada lagi potensi-potensi api yang membesar,” ujarnya, Selasa (1/9/2026) kemaren.

Dia menegaskan, petugas akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman dan tidak lagi ditemukan asap yang berpotensi memicu kebakaran baru.

Menurut Al Haris, upaya penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan mengandalkan petugas pemadam. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas.

“Saya berharap masyarakat sadar apapun jenis hutan tidak ada yang boleh membakar, mari jaga hutan kita,” kata Al Haris.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Jambi juga mendorong masyarakat memanfaatkan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Program tersebut disiapkan sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin membuka lahan perkebunan tanpa menggunakan metode pembakaran.

“Mulai kedepan apabila ada masyarakat yang ingin membuka lahan, kebun, silahkan ajukan. Pemerintah siap membantu lewat program PLTB,” jelas Al Haris.

Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak telah terlibat dalam penanganan Karhutla di Desa Puding.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua elemen yang terlibat,” pungkasnya.(*)