Masyarakat Desa Sekancing Desak Tim Terpadu Usut Oknum Kades Main Tambang PETI Ilgal

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Semenjak beredar Surat Edaran (SE) Bupati Merangin, M Syukur pada poin ketiga bahwa bagi oknum Kepala Desa bermain Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) secara ilegal diusut tim terpadu membuat beberapa tokoh masyarakat Desa Sekancing angkat bicara, Jum’at (19/09/2025).

Kepada media ini, mereka meminta dengan tegas agar tim terpadu tersebut mengusut Kepala Desanya yakni Sapri lantaran dianggap sudah terang terangan bermain tambang ilegal mengunakan empat alat berat yang berlokasi di Sungai Arai dan Sungai Landur, Kecamatan Tiang Pumpung Merangin, Jambi.

“Bedasarkan SE Bupati Merangin, kami sebagai masyarakat Desa Sekancing meminta dengan tegas tim terpadu mengusut Kepala Desa kami, karena saat sudah terang terangan dan tanpa takut lagi bermain tambang ilegal,”ungkap RD (46) bersama beberapa rekannya.

Selain Kades, lanjut RD Ketua BPD Sekancing juga ikut terlibat pada praktek tambang ilegal tersebut.Kendati tidak nampak berperan, namun dia turut handil sebagai pemodal (ivestasi -red) guna memperlancar oprasi tersebut dengan perjanjian bagi hasil.

“Tidak hanya Kades yang diusut, ketua BPD juga. Karena lancarnya usaha ilegal itu ditopang oleh dia sebagai pemodal. Jadi keduanya harus diproses secara hukum yang berlaku,”tegas RD.

Selain RD, MR (38) juga mengecam kelakuan Kades. MR menyebutkan semestinya dia melarang aktifitas tambang ilegal tersebut. Ini malah dia sendiri yang bermain, empat alat lagi. Apa dia gak sadar alam yang dirusaknya itu kampung halaman Gubernur Jambi.

“Sekendak perutnyo be buat Desa Sekancing kini ko. Dak malu dengan masyarakat, malu jugo dengan pak Gubernur Al Haris sebagai putra kelahiran Desa Sekancing, kampung lah dirusak pakai alat,” jelas MR.

MR menjelaskan, besar harapan  apa bila SE Bupati  Merangin itu memang diterapkan, supaya praktek merusak alam dengan tambang PETI ilegal dilakukan Kades dihentikan.

“Berharap nian kami, supaya aturan ditegakkan. Proses hukum Kadesnya biar ada efek jera,” tukasnya.

Sedangkan Kapolsek Muara Siau Agung Heru dikonfirmasi media ini melalui telpon Whatsaap belum menanggapi, nomor aktif tapi belum diangkat, begitu melalui Masegger masuk namun belum dibaca.(*)

Reporter/ Ir Syamil