Membara!!Tiga Alat Berat Kades Talemtam Menggila Jarah Alam, Tambang Ilegal di Desa Air Liki

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Belakangan fakta Intergtitas ditandatangani Kepala Desa (Kades) se- Kabupaten Merangin, supaya tidak terlibat pada aktifitas tambang liar atau ilegal mining seperti (PETI) hanya formalitas belaka, Sabtu (16/08/2025).

Buktinya dilapangan, saat ini tidak sedikit Kades turut terlibat pada aktifitas haram tersebut. Bahkan mereka terang terangan seolah olah tanpa takut menjadi pemodal tambang emas ilegal.

Salah satunya oknum Kades berdomisili di Desa Talemtam, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Jambi, Rijaludin. Diketahui, tiga unit alat berat Exavator miliknya menggila mengobrak ambrik alam sejuk Desa Air Liki, Tabir Barat, guna menguras kadungan emas secara ilegal didalamnya.

Terlibatnya Kades Talentam pada aktifitas PETI ini, setelah diakui warga Desa Air Liki berinisial DS (48), bersama beberapa rekannya bercerita kemedia ini.

“Desa kami kini ko bang lah serusak rusaknyo gara aktifitas PETI,mandi lah susah air sudah tercemar. Sayo tengok daknyo orang biaso yang main alat kini nampaknyo, Pak Kades Talemtam Rijaludin tigo alatnyo beroperasi dimudik di Air Liki kini,” beber DS kemedia ini.

Saat ini, kata DS, untuk Kecamatan Tabir Barat Kades Talemtam Rijaludin mendapat nominasi peringkat pertama yang mempunyai alat berat terbanyak untuk tambang ilegal.

“Itu di Desa Air Liki tiga unit, belum lagi dilipat batu kajang Sungai Tabir yang  diurus adiknyo Amir. Alat itu sedang cair nian kini, 20 gram sekali nyuci,”terang DS bercerita.

Ditegaskan DS, Pemkab Merangin dalam hal ini jangan tutup mata dengan oknum Kades bermain tambang ilegal. Sebagai Kades harus memberi contoh yang baik terhadap masyarakatnya.

“Kalau begini secara tidak lansung Kades telah mengajarkan masyarakat tidak patuh dengan aturan. Aktifitas dilarang Negara dilangggar, boleh jadi modal PETInya itu, jangan jangan Dana Desa dikorupsinya,”sebut DS.

Sedangkan, Kepala Desa Talemtam Rijaludin dikonfirmasi media ini melalui pesan Whatsapp, terkait tudingan warga Desa Air Liki tersbut, belum memberi keterangan. Pesan terkirim cuma hanya dibaca, tapi tidak dibalas.(Redaksi)