JurnalOne.com, BANGKO – SatReskrim Polres Merangin dan Dinas Parpora, BPBD, serta perwakilan UNESCO Global Geopark (UGGp) melakukan razia dikawasan tempat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Geopark Merangin, Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin, Jambi, Rabu (13/8/2025).
Hal ini dilakukan setelah menyusul Surat UNESCO Global Geopark Nomor 095/MJUGGp/VII/ tangggal 29 Juli tahun 2025 tentang pemberitahuan maraknya aktivitas Pertambangan ilegal di Kawasan Fosil Flora Jambi Merangin Jambi UGGp.
Ada sekitar dua tempat menjadi fokus pengecekan, yaitu Glanitoid Tantan Air Batu dan Air Terjun Muara Karing, yang keduanya berada di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin.
Razia dipimpin lansung Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Mulyono. Disekitar lokasi Glanitoid Tantan Air Batu adanya pekerja yang sedang beraktivitas melakukan PETI di seberang Sungai Batang Merangin. Mengingat arus sungai cukup deras, tim menyeberang menggunakan perahu speedboat milik BPBD. Namun, setibanya di lokasi, para pekerja sudah melarikan diri.
Di lokasi tersebut, tim menemukan tujuh rakit kayu dan satu rakit kayu dengan mesin jet yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Tujuh rakit kayu dimusnahkan dengan cara dibakar, sedangkan satu unit mesin jet diamankan sebagai barang bukti.
Selanjutnya, tim bergerak menuju Air Terjun Muara Karing. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan aktivitas PETI di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Mulyono, S.H menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk melindungi kelestarian Geopark Merangin yang telah diakui UNESCO sebagai warisan geologi dunia.
“PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan warisan alam yang bernilai edukasi dan wisata,” tegasnya
Disampaikan Mulyono, Polres Merangin berkomitmen untuk terus melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Merangin.
“Polres Merangin akan tindak tegas pelaku PETI, khususnya di kawasan yang memiliki nilai strategis bagi pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata daerah,”tukasnya.(*)
Repoter/Idon Sesra













