Gubernur Al Haris Sebut Kerukunan Umat Beragama Modal Membangun Provinsi Jambi

JurnalOne.com, JAMBI – Kerukunan umat beragama merupakan modal utama untuk pembangunan Provinsi Jambi kedepan, Rabu (30/09/2026).

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Al Haris pada  Silaturahmi Tokoh Lintas Agama bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, SH, M. Hum, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Selasa (29/09/2026) siang kemaren.

“Jambi ini daerah yang kehidupan beragamanya bagus, hubungan antar  agama luar biasa bagus. Dan dari pertemuan hari ini kondisi Jambi yang kondusif, saling menghargai antar umat beragama dan itu adalah modal kita untuk membangun, dan untuk itu kita perlu arahan dari pimpinan kita, untuk kehidupan Jambi semakin baik,” ujar Gubernur Al Haris.

Al Haris merasakan bahwa kehidupan beragama di Provinsi Jambi memiliki harmoni demand terasa kekeluargaan dan kebersamaan. “Dengan kerukunan ini akan semakin banyak yang membangun Provinsi Jambi,”terang Al Haris.

Sedangkan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, SH, M. Hum menyatakan dalam pembangunan dibutuhkan penguatan hubungan kerukunan dengan tokoh-tokoh lintas agama.

“Kita ingin  Kementerian Agama bisa menjadi contoh karena sudah mendapatkan penghargaan. Dan bagaimana penghargaan ini ke depan dengan terus memperbaiki kinerja juga meningkatkan integritas,” jelas Wamenag RI.

Dilanjutkan Wamenag, pertemuan ini juga ingin memastikan agar kerukunan beragama itu berbasis pada ajaran agama masing-masing.Karena sesungguhnya ajaran agama masing-masing diakui di Indonesia punya satu ajaran yang sama dalam hidup keberagaman, harus membangun harmoni dan kerukunan.

“Tidak boleh saling mencurigai antar sesama umat beragama, kalau ada kata-kata atau ajakan ke hal-hal yang merusak kerukunan kita pastikan itu bukan berasal dari ajaran agama tapi dari agenda si penceramah atau ada aktor intelektual di belakang punya agenda tertentu,” tegasnya.

Wamenag RI juga berharap hal tersebut tidak menggoyahkan kerukunan antar umat beragama.

“Jadi jangan itu menjadi penyebab kita tidak rukun. Selain itu, kita ingin agar kita bisa menyikapi dengan bijak apa yang sekarang sedang berkembang di media sosial yang mengomentari program pemerintah. Saya kira semua program itu sangat baik, kalau dalam  pelaksanaan di lapangan masih banyak harus diperbaiki, tapi jangan karena ada kekurangan, kemudian kita mengatakan itu program yang  tidak benar, tidak diperlukan,”tukasnya.(*)