Terdecak Kagum Lihat Struktur Batuan Purba Serintik Hujan Paneh, Evaluator UNESCO Minta Penjelasan Detail BP-Geopark

JurnalOne.cm, BANGKO – Kekayaan hayati dimiliki geologi Kabupaten Merangin-Jambi kembali sungguh memikat hati para tim evaluator UNESCO Global Geopark.

Senyum itu semakin sumrigah,di sata tim mengunjungi objek wisata Air Terjun Serintik Hujan Paneh di Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai, Rabu (12/08/2026 perang. Pakar geologi dunia asal Korea Selatan, Prof. Dr. Yongmun Jeon, dibuat terdecaj kagum atas keunikan batuan penyusun tebing air terjun tersebut.

Prof. Yongmun Jeon—yang merupakan pakar vulkanologi dan petrologi (ilmu batuan) terkemuka dari Jeju Island UNESCO Global Geopark—terlihat sangat antusias begitu menginjakkan kaki di kawasan tersebut.

Berdasar latar belakang keahliannya dalam riset batuan vulkanik dan bentang alam purba, rasa penasaran membuatnya meminta Dewan Pakar Badan Pengelola (BP) Geopark Merangin-Jambi, Wiki, untuk memberikan penjelasan rinci terkait proses pembentukan geosite tersebut.

Menanggapi permintaan evaluator dunia tersebut, Wiki memaparkan bahwa batuan yang menyusun dinding Air Terjun Serintik Hujan Paneh merupakan batuan beku vulkanik jenis andesit-basalt. Batuan ini terbentuk akibat kombinasi aktivitas tektonik dan letusan purba Gunung Masurai di masa lampau.

“Aliran Sungai Tenok mengalir tepat di atas dasar batuan vulkanik dan lava breksi. Proses pendinginan lava yang lambat disertai aktivitas tektonik yang kuat membentuk pola retakan geometris atau columnar joint (kekar kolom) berupa pilar-pilar batu bersudut yang berdiri kokoh pada tebing air terjun,” terang Wiki di hadapan Prof. Yongmun Jeon dan Mr. Nicolas Klee.

Struktur kekar kolom berbentuk tiang-tiang bersudut ini menjadi salah satu daya tarik utama geosite di kawasan Lembah Masurai. Keberadaannya menunjukkan jejak sejarah panjang vulkanisme Gunung Masurai yang bernilai ilmiah tinggi. (*)