Pimpinan DPRD Merangin di Ancam Menantu Salah Satu Anggota TAPD

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Salah seorang unsur pimpinan DPRD Kabupaten Merangin,  bernisial AF (48) merasa diacam oknum anggota TNI tak lain diduga menantu salah satu anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (27/08/2025) pagi.

Kemedia ini AF mengaku, acaman ini berawal ketika dia menerima telepon dari nomor tak dikenal. Setelah diangkat tanpa basa basi penelpon tersebut tiba tiba kesal menyinggung dan menyebut nama mertuanya.

“Aku tidak terima mertua aku dilempar. Dimana kau? Aku datangi rumah kau!” kata pria itu dalam telepon dengan nada tinggi.

Menurut AF, dirinya merasa heran kenapa dirinya diancam. Padahal selama ini tidak memiliki urusan pribadi dengan pihak TAPD maupun keluarga mereka.

“Saya tidak ada urusan dengan kamu dan tidak ada urusan pribadi dengan mertua kamu,” begitu jawaban AF waktu itu.

AF menyangkan, hal demikian semestinya tidak haruslah terjadi, jika tersinggung terkait persoalan mertuanya hal itu hanya menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugasnya sebagai Pimpinan DPRD.

“Persoalan ini murni kerja, bukan persoalan pribadi. TAPD diundang lewat mekanisme resmi. Kalau ada keberatan, silakan disampaikan secara prosedural, bukan dengan ancaman,” tegasnya.

Ketegangan ini diyakini berakar dari ricuhnya rapat paripurna pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 pada 14 Agustus lalu, ketika sejumlah anggota TAPD mangkir dari rapat, sehingga pembahasan bubar dan anggaran honorer terancam tak cair.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari salah anggota TAPD yang bersangkutan terkait dugaan ancaman ini. Situasi di DPRD Merangin pun kian menjadi sorotan publik, mengingat insiden tersebut menambah panas dinamika politik daerah yang sebelumnya sudah tegang karena masalah anggaran.(*)

Repoter/Ir Syamil