JurnalOne.com, BANGKO – Lahan penyangga Geopark Merangin, Sungai Mengakarang tepatnya di Desa Bedeng Rejo, Kecamatan Bangko Barat, rusak parah di gasak PETI ilegal, mengunakan alat berat, Kamis (15/2/2023).
Hal ini diketahui, setelah diberikan informasi oleh warga setempat sebut saja NZ, sumber yang dapat dipercaya ke media ini.
“Ada PETI menggunakan alat berat di anak Sungai Mengakarang Sungai Serai, Desa Bedeng Rejo, padahal itukan lahan penyangga Geopark Merangin,” sebut nya.
Masih dikatakan NZ, masuknya alat tersebut dibawa Sias, yang tak lain warga Desa Bedeng Rejo.Tetapi, pemilik alat tersebut Tomas dan rekannya Barlep mantan Kepala Desa Pl Rengas.
“Alat itu masuk dari Bedeng Rejo, yang bawa Sias.Yang punyo alat itu orang Desa Pl Rengas,Tomas dan Barlep,” tambahnya.
Informasi, lanjut NZ, aktifitas tambang ilegal tersebut sudah berjalan kurang lebih satu bulan. Dan menurut orang bekerja ikut ngerai (dulang – red), saat ini lagi sedang – sedang cairnya.
“Dari keterangan kawan kawan yang ikut dulang disitu lagi cair cairnya.Tapi kawasan Mengkarang itu saat ini sudah rusak parah dan porak poranda akibat itu,” tambahnya.
Sedangkan Sias, dikonfirmasi media terkesan agak mengelak. Dia mengatakan, bukan dirinya yang membawa alat berat tersebut. Dirinya tidak pernah terlibat beraktifitas PETI.
“Kalau kamu bertanya saya jawab. Kalau saya disebut membawa alat berat untuk saya tegaskan itu tidak benar. Saya hanya ngurus kebun selama ini,” jawab Sias.
Sias melanjutkan, setaunya alat berat yang beroperasi dikawasan Mengakarang tersebut, alat berat milik Barlep mantan Kepala Desa PL Rengas.
“Setau sayo alat Barlep, kalau sayo mano lah telap main alat bang. Itu lah yang sayo tau kalau yang lain dak tau sayo. Dan itu, bukan di Sungai Mengakarang, kalau dak salah Sungai Serai dan Sungai Lumpur itu namonyo, Sungainyo dekat Bukit Supermi,” ungkap Sias.
Media ini lalu bertanya lagi ke Sias, kalau memang tidak terlibat, informasinya tanah yang digarap milik anda? Sias terdiam tidak merespon lagi media ini.
Sedangkan, pemilik alat yakni Tomas dikonfirmasi melalui Whatsapp juga tidak merespon media ini. Hanya terconteng garis dua, tapi sengaja tidak dibaca.(*)
Penulis/Editor/Rafik













