JurnalOne.com, BANGKO – Semestinya sebagai Kepala melarang keras aktivitas tambang emas ilegal mengunakan alat berat diwilayah hukumnya, Senen (31/08/2026).
Namun tidak bagi Mustopa, oknum dari Kepala Desa Pulau Layang, Kecamatan Batang Mesumai, Merangin, Jambi saat ini, Senen (31/09/2026).
Dia kabarnya diduga melakukan pembiaran sedikitnya tiga unit alat berat Excavator mengobrak abrik Lubuk Koji untuk merampas kekayaan negara secara ilegal dan brutal.
“Kades Pulau Layang Mustopa yo bagak. Orang Razia gabungan, dio santai be biarkan alat berat Excavator untuk aktivitas PETI dilubuk Koji wilayah hukumnya,” ungkap DR (30) warga Desa Pulau Layang kemedia ini.
Ironisnya, karta DR, alat alat yang bekerja dilokasinya atau lubuk Koji ber merk dua unit Zoomlion dan Sumitomo itu, diduga diminta uang pengamanan sebesar Rp 7 juta perunit oleh Kades Mustopa, alasannya untuk pengamanan di desa.
“7 juta satu unit alat dimintanya, sudah dibayar 21 juta. Alasan untuk pengamanan, tapi oknum BPD setempat tidak dilibatkan, karena serelah itu BPD datang juga nanya uang juga ke pemilik alat,”beber DR dan diakui salah satu pemilik alat berat.
Sementara itu,Kepala Desa Pulau Layang Mustopa diminta keterangan melalui sambungan telepon Whatsaap media ini membantah bahwa dia melakukan pembiaran tiga unit alat yang beroperasi di wilayah hukum administrasinya, apa lagi meminta sejumlah uang pengamanan.
“Kalau saya melakukan pembiaran aktivitas PETI di lubuk koji itu tidak benar. Apa lagi meminta sejumlah uang pengamanan,”bantah Mustopa dalam sambungan Hp.
Diceritakan Kades, alat sedang beroperasi saat ini diakuinya memang ada tiga alat berat Excavator beroperasi saat ini.Lakasi tereebut milik warga Pulau Baru, namun wilayah administrasi milik Pulau Layang.
“Memang lokasi tambang itu milik warga Pulau Baru, namun wilayah Administrasi masuk wilayah hukum pulau layang. Lah tiga Minggu mereka bekerja. Masak pelaku PETI itu masuk kewilayah saya tidak ada izin, itu lah masalahnya,” terang Kades.
Disinggung lagi soal, “Upeti,”sebesar Rp 7 juta perunit alat, dan informasi ini diberikan oknum pemilik alat bekerja dilokasi lubuk koji tersebut, Kades kembali membantah.
“Itu tidak benar, nanti saya telepon pemilik alat berat tersebut,”jelas Kades Mustopa.(Redaksi).













