Tak Terima Ucapan “Kupecah Kepala Kau” ke Personal TAPD, Front Dusun Bangko Gelar Aksi Tuntut Waka II DPRD Bertangung Jawab

JurnalOne.com, BANGKO  – Sikap arogansi wakil II ketua DPRD Merangin Ahmad Fahmi ke anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang merupakan warga Dusun Bangko, di ruang Banggar tanggal 14 Agustus 2025 lalu saat pembahasan KUA PPAS APBD Merangin 2026, hingga menimbul kejolak sepertinya belum juga usai, justru semakin memanas, Sabtu (30/08/2025).

Terlebih, keluarga besar Dusun Bangko sangat merasa marwah dan harga diri mereka tertindas dan terinjak oleh perilaku seorang tokoh dan wakil rakyat yang arogan tidak beretika.

Tak pelak, beberapa tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan  Dusun Bangko melakukan duduk bersama guna mencari penyelesaian.

Namun dari kesepakatan dilaksanakan masyarakat tidak dapat menahan diri,  lantaran tidak adanya itikad baik dari Wakil ketua ll DPRD Merangin Fahmi sehingga keputusan bersama pemuda pemudi tokoh masyarakat meronta untuk melaksanakan aksi.

Ketua Front Dusun Bangko Darus Tamin lebih di kenal Mamak Panglimo Kawo, ketika diwawancarai mengatakan, etika seorang penjabat arogan harus diselesaikan dengan cara yang sama.

” Kita sepakat melaksanakan aksi, pokoknya dia (Fahmi, Red) harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri, yang jelas kita tidak terima atas ancamannya terhadap keluarga kita yang akan dipecahkan kepalanya itu, perhitungan kita sudah matang, ‘kalau tidak Ubi terbongkar, tembilang yang patah,”tegas Tamin.

Dikatakan Darus, gedung dewan perwakilan rakyat itu tempat berdiskusi untuk kemajuan pembangunan, namun amat disayangkan telah dinodai oleh seorang pimpinan yang tidak mempunyai adab dan etika.

“Kalau mau jadi preman kenapa masuk gedung rakyat, gedung terhormat itu tempat orang-orang  pemikiran sehat, bukan tempat adu otot dan kekerasan, kalau mau menunjukkan kehebatan fisik diatas Ring,”terang Darus.

Darus menghimbau selain anggota yang tergabung dalam Front Dusun Bangko, Ia mengajak anak keturunan Dusun Bangko bersama-sama memperjuangkan keadilan, dan mendukung gerakan aksi yang akan dilakukan tersebut.

“Kami serukan kepada Anak cucu keturunan Dusun Bangko dimanapun berada, kalau cinta kepada dusun Bangko, ayo kita ramaikan aksi ini, laki-laki perempuan semua ikut, Jagan takut kalau mati pun kita di tanah kelahiran kita sendiri,”pinta orang kerap disebu Mamak Panglimo Kawo.

Ketua F-DB ini memastikan, aksi akan segera berlangsung setelah memasukkan surat pemberitahuan ke Polres Merangin. Setelah mendapat pihak Polres pihaknya baru akan meggelar aksi tersebut.

“Sekarang Andri lagi masukan surat ke Badan Kehormatan Dewan, dan surat seruan aksi ke Polisi, setelah mendapat intruksi maka kita lansunh bergerak,” tambah Darus Tamin.

Seruan aksi ini juga didukung salah seorang Pemangku adat (Datuk) di Kelurahan Dusun Bangko. Dia menegaskan kita tidak cari permusuhan, namun jika langau (Lalat Busuk) lah menghinggapi, maka harus kita kpeh (Kibas).

“Tangan menyincang, maka bahu yang harus memikul, Waka II itu harus berhenti dari DPRD kalau dia tidak mengulurkan tangan meminta maaf kepada bersangkutan dan keluarga Dusun Bangko,”tukasnya.(Redaksi).