Pasien Meradang, RSUD Raden Mataher Jambi Tolak Mobile JKN

JurnalOne.com, JAMBI – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataher milik Pemerintah Dareah Provinsi Jambi, sungguh tidak menampilkan kenyamanan bagi pasien, Senin (28/07/2025).

Selain berjubel  dan tidak teratur,  petugas pendaftaran juga kurang satun. Tidak sedikit keluarga pasien mengeluhkan pelayanan yang kurang santun tersebut.

“Petugas pendaftaran kurang santun, boro boro mau bantu, minta tunjuk bagaimana cara daftar aja malah kita disuruh Security akali sendiri,”ungkap  HN (27) kemedia ini sambil mendaftarkan anaknya.

HN menuturkan, dia datang ke RSD Raden Mataher membawa rujukan dari Rumah Sakit Daerah Klonel Abundjani Bangko guna mengobati putrinya sedang mengalami kelainan tulang. Namun, sesampainya pelayanan tidak memuaskan.

“Jauh jauh  datang dari Merangin, bawa rujukan sampai disini malah kurang dilayani. Padahal kita disini mau berobat bukan gratis,”kesal HN.

Selain HN, keluhan pelayanan RSD Raden Mataher ini juga dirasakan RK (45),warga Kabupaten Merangin lainya berdomisili di Trans yang mengobati suaminya mengalami menyakit  jantung.

“Lah tiga kali kesini, pelayanan RSUD ini kurang memuaskan.Antrinya tidak teratur, bagi yang ada keluarga bekerja didalam dipercepat,” cetus RK.

Menurut RK, jika melihat slogan Direktur RSUD, Dr. Bambang, diawal masuk pendaftaran kata katanya sangat begitu sejuk. “Sapa Pasien Dengan senyum” Tetapi, setelah dalam pengurusan pendaftaran berbeda dari slogan tersebut.

“Setelah diurus lain ditanya, lain dijawab. Minta tolong tunjuk cara mendaftar aja susah,” terangnya.

Mirisnya lagi, sebut RK, Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN), tidak bisa diterima pihak Rumah sakit dengan alasan gangguan.

“Sebelum kesini sudah tiga hari lalu saya sudah daftar di MJKN, setelah saya tunjukan pendaftaran, Securitynya bilang MJKN belum bisa hari ini lagi gangguan. Masak dua hari gangguan terus,” jelasnya.

Sedangkan, salah satu petugas pendaftaran RSD Raden Mataher bernama Saharudin ditanya media kenapa pihak RSD tidak merima  MJKN? Dia mengatakan, belum mengetahui secara rinci apa masalahnya.

“ Gak tau kami, silahkan masuk kode MJKN Bapak, pasti jawabannya tidak terdaftar,” kata Saharudin.

Saat dintanya kembali kenapa bisa begitu padahal RSD milik Pemeritah. Saharudin melajutkan itu bukan wewenangnya mejawab. Kalau pertanyaan seperti itu silahkan tanya Direktur.

“Kita ini petugas bang, Kalau pertanyaan itu silahakan tanya Ditektur. Kita mengerjakan sesuai perintah. Kalau boleh jujur, lebih bagus mengunakan MJKN, dari antri seperti ini kasihan kita,” tukasnya.(*)

Reporter/Rafik