Keluarga Korban PETI Minta Oknum PNS Yang Mempunyai Alat Bertangung Jawab, Apa Bila Tidak, Akan di Bongkar Setoran Pengamanan ke Oknum Aparat

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Kasus tewasnya Fahmi (48) dan Syahrial (44) warga Desa Durian Licah, Kecamatan Sungai Manau, Merangin, Jambi tertimbun longsor dan hingga meregang nyawa di lokasi PETI diduga milik oknum PNS semakin menyita perhatian publik, Selasa (22/08/2025).

Pasalnya, pihak keluarga kedua korban yakni Candra, meminta pemilik alat bertanggung jawab dikarenakan memasuki tujuh hari kedua korban dikebumikan belum ada bantuan atau itikat baik dari pemilik alat, baik moril maupun materil.

“Sudah seminggu kejadian ini, belum ada itikat baik dari pemilik alat terhadap keluarga dua orang keluarga kami yang menjadi korban, aktivitas tambang ilegal milik Al Baihaki, kita minta dia bertanggung jawab,” tegas Candra.

Kendati begitu, kata Candra, sebagai pihak keluarga dia terus berupaya menyelesaikan persoalan ini sebaik mungkin dan secara persuasif kepemilik alat agar hal ini bisa lurus.

“Lepas Minggu ini kita akan upayakan bertemu Al Baihaki, untuk meluruskan dan mencari solusi terbaik, supaya ada pertanggung jawaban dari pihak yang mempunyai alat terhadap kedua korban itu,”tambahnya.

Candra juga berharap pemilik alat, oknum PNS itu, (Al Baihaki -red), harus korperatif, dan menyelesaikan perkara ini secara baik dengan cara kekeluargaan.

“Mari kita luruskan baik baik, kedua korban juga kenal dan kemudian juga rekan pemilik alat,”singkat Candra.

Dikatakan Candra,apa bila pihaknya telah menemui pemilik alat namun tidak ada itikat baik, dirinya akan membongkar semua kasus kematian kedua korban.Sebab dia tau persis Al Baihaki telah menggeluarkan uang ratusan juta diduga untuk oknum aparat agar meredam kasus ini.

“Kalau main main, maka kita akan dalami bahwa ada uang Rp 200 juta lebih diduga mengalir ke oknum aparat dari pemilik alat untuk meredam kasus ini, karena dalam kasus pemilik alat bisa dipidana.Selanjutnya statusnya sebagai ASN aktif juga terancam,” jelas Candra.

Saat disinggung Candra, siapa oknum aparat dimaksud penerima uang dari Al Baihaki? Candra mengatakan, biar pihaknya mencari solusi terbaik dahulu kepada pemilik alat.

“Nanti biar kita berunding baik baik dulu dengan pemilik alat, apa bila tidak, nanti kita bongkar,” tuturnya.

Sedangkan, sampai berita ini diturunkan diduga pemilik alat Al Baihaki belum bisa dikonfirmasi. Sejak dibincangi beberap hari lalu nomornya masih aktif, namun tidak dijawab. Menariknya,saat ini nomornya tidak aktif lagi, kuat dugaan Al Baihaki sengaja memblokir nomor Whatsapp media ini.

Selain itu, media ini juga mencoba mengkonfirmasi persoalan ini isteri Al Baihaki, atas nama Maimunah, hasilnya nomor aktif tetapi juga tidak dijawab.(Redaksi)