Uang Diterima, BPN Muara Jambi Tolak Buat Sertifikat

JurnalOne.com,  MUARO JAMBI  –  Warga Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu,  Kabupaten  Muaro Jambi,  Provinsi  Jambi,  Andi Fernandes (45) merasa   kecewa  atas  kinerja  Badan Pertanahan Nasional (BPN), Muaro Jambi, Rabu (27/09/2023).

Betapa  tidak,  ia  merasa dimain – mainkan  oleh pihak BPN lantaran lahan pribadi sekitar dua Hektare yang dijualnya ke pembeli ingin menerbitkan sertifikat  sejak 2019 diurusnya hingga 2023 tak kunjung terbit.

“Tahun 2019,  kita  menjual tanah kita dua Hektar ke pembeli, karena tidak sertifikat, diajukan  membuatannya ke BPN Muaro Jambi. Semua  persayaratan, termasuk biaya Administrasi sudah kita berikan sebesar  Rp 7.000.000. Tapi, sampai tahun 2023 saat  ini  sertifikat tidak terbit,” ungkap Andi Fernandes.

Mengejutkan lagi, lanjut lelaki berprofesi sebagai wartawan JurnalOne.com ini mengakatan,  berkas mengajuan sertifikat miliknya tersebut dikembalikan. BPN beralasan,  tanah dan lahan itu sudah ada Surat Hak Milik (SHM) atas nama orang lain.

“Sementara di chek di peta satelit belum ada nama atau pun SHM yang terdaftar. Memang diseputaran lahan kita  memang banyak sudah surat tanahnya.Anehnya, petugas BPN bernama Junaidi bilang SHM  itu tak jelas,” tambah Andi.

Diakui Andi,  setelah  diajukan dulu, ada beberapa  proses  telah dikerjakan pihak BPN, yakni  mulai  membuat  berkas  dan mengukur  lahan   tersebut, sehingga keluar surat ukur.

“Setelah itu, tidak ada lagi perkembangannya sampai saat ini. Setelah itu dapat isu dak biso di terbitkan SHM, BPN dewek yang bilang dan  di garis merah katonyo,” tegas Andi.

Parahnya lagi,  baber Andi,  dalam kasus ini  cuma berkas dikembalikan dan dicabut, tetapi uang Rp 7.000.000 juta  tidak,karena uang  teesebut sudah disetor kekas Negara.

Hal ini berdasarkan dari  keterangan Yamin yang merupakan supir pihak BPN dan juga terlibat lansung dalam pengurusan waktu itu

“Kami tanya ke Yamin, supir BPN yang tau dan ikut mengurus ini dulu mengatakan jika berkas pengajuan sertifikat di Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu,  telah dicabut dan uang biaya Rp 7.000.000 juta dikembalikan ke negara, begitu katanya. Benar  atau tidaknya, kita  belum tau sistem sebenarnya di BPN,” sebut Andi

Sementara, sampai  berita ini diturunkan Kaban BPN  Muaro Jambi belum bisa dikonfirmasi. Media ini membuka informasi seluas luasnya ke BPN Muaro Jambi,  apa bila ingin meralat dan  mengklarifikasi  terkait dengan pemberiataan diatas.(*)

Penulis/Andi Fernandes
Editor/Rafik