Ketara Bohongi Publik, Tebal di Atas Tipis Didasar, Pembangunan Irigasi Peningkatan Trotoar Basar Bawah Tuai Kritik Warga

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Proyek pembangunan irigasi peningkatan Trotoar dalam  Kota Bangko senilai Rp 302.970.000,00 juta besumber ABPD Kabupaten Merangin tahun 2026 dikerjakan CV.Ghazi Jaya Mandiri  munuai keritik dari warga, Senen (05/10/2026).

Hasil investigasi media ini dilapangan Minggu (05/10/2026) terlalu ketara pihak rekanan melakukan dugaan permainan dalam realiasasi proyek tersebut.Hal ini nampak pembanggunan irigasi/drainase. Meski tidak sebagai teknis media ini melihat ada ketebalan berbeda.Bagian atas ketebalan dibuat rapi dan sempurna.

Namun dibagian bawah dekat urug semakin mengerucut dan tipis sehingga membuat tanah berongga dan itu menjadikan kualitas itu tidak bertahan lama.Padahal, jika aturan pekerjaan tersebut setebal 15 cm, tentu baik atas maupun sampai kedasar, semestinya harus sama 15 cm.

Kemudian adukan semen dan koral juga patut dipertanyakan. Pasalnya, kuat dugaan terjadi pengurangan semen karena nampak warna coran masih pucat. Biasanya kalau kualitas coran terbaik itu berwarna agak hijau.

Dampak beberapa persoalan tersebut banyak masyarakat sekitar menilai pekerjaan itu dikerjakan tak sesuai teknis. Disinyalir kuat ada usur kesengajaan pihak rekanan melakukan pengurangan volume guna meraup keuntungan pribadi.

“Lihat Proyek ini dana besar,  kualitas kerjanya tidak memadai. Kontraktor terlalu banyak main,dio gak mikir kualitas lagi dak, dio mikir bagaimana dapat untung besar,”sebut warga sekitar pekerjaan tersebut.

Selain itu lanjut warga itu pengawas dalam proyek pembangunan ini juga kurang efektip.Baginya mustahil samgat bahwa pengawas dan perencanaan tidak mengetahui kondisi pekerjaan.

“Dak mungkin konsultan dan perencanaan gak tau kualitas proyek dilapangan. Ya, terlalu dikoreksi dak dapat jatah dari rekanan, jadi susah semua sudah lingkaran setan,” tukasnya.

Sedangkan sampai berita ini diturunkan pihak rekanan belum memberikan keterangan. Meski begitu media ini membuka ruang bagi rekanan agar klarifikasi dan keteangan atas pemberitaan tersebut.(Redaksi).