JurnalOne.com, BANGKO – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Merangin Deffi Martika mengimbau seluruh masyarakat Merangin lebih waspada saat mengisi daya Hadpone melaui cas, khususnya pada malam hari ketika perangkat ditinggalkan dalam kondisi terhubung ke listrik hingga pagi.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh korsleting listrik, penggunaan charger yang tidak sesuai standar, kabel yang telah rusak, maupun kondisi instalasi listrik rumah yang kurang baik.
Meski teknologi ponsel saat ini semakin canggih, faktor kelalaian pengguna masih menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden kebakaran yang berawal dari perangkat elektronik.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Merangin agar lebih berhati-hati saat mengisi daya telepon genggam, terutama pada malam hari. Jangan menganggap sepele proses pengisian daya karena berbagai faktor teknis dapat memicu terjadinya panas berlebih hingga korsleting listrik. Risiko tersebut akan semakin besar apabila menggunakan charger yang tidak asli, kabel yang sudah rusak, atau stop kontak yang tidak layak digunakan,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (21/06/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa ponsel yang sedang diisi daya sebaiknya ditempatkan pada permukaan yang keras dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Masyarakat diminta menghindari kebiasaan meletakkan ponsel di atas kasur, bantal, selimut, sofa, atau benda lain yang mudah terbakar.
“Kami sering mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan HP yang sedang di-charge di atas tempat tidur atau bahan yang mudah terbakar. Panas yang dihasilkan selama proses pengisian daya dapat terperangkap dan berpotensi menimbulkan masalah. Meskipun kasusnya tidak selalu terjadi, langkah pencegahan jauh lebih penting daripada harus menghadapi risiko kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Sebab sudah ada kejadian kebakaran akibat konsleting akibat cas HP,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan mencabut charger setelah digunakan serta melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik di rumah.
“Keselamatan dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Pastikan kondisi kabel listrik, stop kontak, dan perangkat elektronik selalu dalam keadaan baik. Jika terdapat kabel yang terkelupas, stop kontak longgar, atau charger yang sudah tidak layak pakai, segera diganti. Jangan menunggu sampai terjadi percikan api atau korsleting yang dapat berujung pada kebakaran,” tegasnya.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menekan angka kejadian kebakaran. Sebagian besar peristiwa kebakaran dapat dicegah apabila masyarakat lebih disiplin dalam menggunakan peralatan listrik dan elektronik sesuai standar keamanan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan penggunaan perangkat elektronik secara aman, kita dapat meminimalkan risiko kebakaran serta menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Merangin terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan masing-masing. Langkah sederhana seperti menggunakan charger berkualitas, tidak meninggalkan perangkat elektronik tanpa pengawasan dalam kondisi tertentu, serta memastikan instalasi listrik rumah aman dapat menjadi upaya efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran.(*)
Reporter/Yazdi













