Gelombang Kritik Guru Menghebohkan Publik Akhirnya Rampung, Disdik Fasilitasi Jam Mengajar

JurnalOne.com, com, BANGKO – Gelombang kritik dari sejumlah guru pasca dilantik Bupati M. Syukur beberapa hari lalu yang cukup menghebohkan santero Tali Undang Tambang Teliti akhirnya menemui titik terang, Minggu (14/06/2026).

Kamis (11/06/2026) lusa lalu, segenap guru terlibat dalam skandal kritik tersebut berkumpul dimeja perundingan guna mencari solusi terbaik, yang dimediasi lansung Kepala Dinas Pendidakan Kabupaten Merangin yakni Misrinadi.

Hasilnya, Kepsek terdampak dalam kebijakan tersebut mengakui legowo dan menerima keputusan telah ditetapkan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Merangin.

Misrinadi  juga memberikan solusi bagi para kepala sekolah yang kembali menjalankan tugas sebagai guru. Ia memfasilitasi pemenuhan jam mengajar agar hak dan kewajiban sebagai tenaga pendidik tetap dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berla

“Kami berupaya memastikan seluruh kepala sekolah yang mengundurkan diri dan kembali bekerja sebagai guru tetap mendapatkan kesempatan menjalankan tugas profesionalnya dengan baik. Pemenuhan jam mengajar menjadi salah satu hal paling utama yang kami fasilitasi agar proses pembelajaran tidak terganggu dan hak mereka tetap terpenuhi,” ujar  Misrinadi, Sabtu (13/06/2026).

Kedatangan para kepala sekolah tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kekeluargaan. Mereka menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai penempatan tugas, pemenuhan jam mengajar, serta kepastian administrasi kepegawaian setelah adanya perubahan jabatan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Insya Alloh Clear tidak ada masalah lagi, para kepsek yang mendatangi kita sudah legowo semua, ada yang menerima dipindah tugaskan dan ada yang mengundurkan diri kembali jadi guru. Intinya jam mengajarnya kita fasilitasi sesuai regulasi,”tambah Misrinadi.

“Kami memahami kegelisahan rekan-rekan kepala sekolah. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi dan siap memfasilitasi berbagai kebutuhan administrasi maupun tugas mengajar sehingga proses pendidikan tetap berjalan dengan baik,”terasng Misrinadi lagi.

Sedangkan Korrdinator Kepala Sekolah (KKS) Amplo Pidia, mengatakan bahwa kedatangan dirinya bersama 16 orang rekan-rekan kepala sekolah lainnya murni kemauan mereka tanpa ada intimidasi dari pihak manapun.

Amplo berharap agar persoalan yang sempat terjadi dapat segera diselesaikan secara tuntas sehingga seluruh tenaga pendidik dapat kembali fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah masing-masing.

“Sekali lagi kami tekankan bukan menolak pelantikan, tapi kedatangan kami ingin bapak kepala dinas pendidikan memberikan solusi bagi kepala sekolah yang mengundurkan diri soal jam mengajarnya, Alhamdulillah pak kadis menyetujui akan memfasilitasinya,”jelasnya.

Diksempatan itu, Amplo menegaskan bahwa tidak ada transaksisional uang dalam pelantikan sebagaimana yang viral di media sosial saat ini.

“Jujur kami katakan kami  hadir disini tidak ada yang berkaitan dengan uang. Kami tidak diminta uang dalam pelantikan ini. Tapi kalau ada oknum diluar sana kami tidak tau,”jelas Amplo.

Seluruh pihak diajak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta mengutamakan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan

Langkah tersebut disambut positif oleh para guru dan warga sekolah.

Dinamika terjadi dijadikan pelajaran berharga untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam pengelolaan pendidikan ke depan.

Sementara itu, para kepala sekolah yang mengalami perubahan penugasan menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdi sebagai pendidik.

Dengan selesainya polemik tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin berharap seluruh insan pendidikan dapat kembali fokus pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta mendukung berbagai program pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan di daerah.(*)

Repoter/ Yaz