Tiga Hari Iconet Tidak Ada Jaringan Masyarakat Kesal, PLN Terkesan Lamban

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Sejumlah masyarakat Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin, dan sekitarnya dibuat kesal akibat layanan jaringan Internet fixer broadband berbasis fiber optic (FTTH) dari PT PLN Icon Plus, Sub holding (Iconet), Selasa (31/03/2026).

Pasalnya, sejak dari Minggu sore hingga saat ini Selasa pagi layanan jaringan tersebut belum juga teratasi.

“Lah masuk tiga hari layanan jaringan Iconet dirumah kami tidak berpungsi. Lampu indikator yang merah di STB kedip kedip terus.Pihak PLN sebagai penangung jawab belum ada nampaknya untuk mengatasi itu, kita yang rugi jadinya,” ungkap Tri dengan bada kesal seorang langganan jaringan Iconet di salah satu BTN Sungai Ulak.

Pada mulanya, Tri menganggap hal tersebut hanya gaguan biasa. Namun memasuki hari ketiga jaringan tidak juga pulih pulih.

“Saya mencoba menghubungi Call Center dengan nolor 150678. Pada perbincangan itu operator mengakui ada keselahan teknis dijalur daerah Sungai Ulak.Tetapi tidak bisa mematikan kapan jaringan itu pulih kembali, karena itu wewenang pusat,”tambah Tri.

Semestinya, pihak PLN secepatnya mengatasi dan harus bertanggung jawab tentang hal ini. Soalnya, HP tidak bisa digunakan, apalagi yang bekerja mengunakan jaringan Wify dirumah jelas sangat merugikan.

“Banyak ruginya kita. Biasanya dirumah kami empat HP guna Wify Iconet. Beberapa hari ini terpaksa beli kuota, kali Rp 100 ribu per HP, kan udah berapa ruginya kita,” jelas Tri.

“Apa lagi disebelah rumah kami, mereka bekerja mengunakan Laptop, dengan bermasalah jaringan Iconet ini tentu membuat mereka tambah mumet, sedangkan pihak PLN tidak ada kejelasan kapan jaringan mulai stabil lagi,” terangnya.

Salah seorang petugas Iconet sedang bekerja dekat travo PLN dekat taman Kota Bangko, dihincangi media ini terkait macetnya akses jaringan dikawasan Sungai Ilak membenarkan persoalan tersebut.

Tapi sebutnya, mereka tidak bisa mengatasinya, lantaran itu menunggu arahan dari pusat.

“Benar bang, jaringan Sungai Ulak betmasalah. Sebab ada yang kesentrum kemaren, jarimgan yang disana itu wewrnang pusat, kami tak bisa berbuat apa apa,” jawabnya.(*)