Bupati Wilayah Barat Mulai Susun Kekuatan, Sinyal Politik Menuju BH 1 Jambi Mulai Terasa

JurnalOne.com, BANGKO – Kendati tahun politik Pemilihan Gubernur Jambi masih beberapa tahun lagi, namun strategi dan persiapan mengarah kepesta Demokrasi lima tahun sekali itu sudah mulai terasa, Selasa (25/03/2026).

Betapa tidak, Senin (23/03/2026) petang para  kepala daerah dari Jambi Wilayah Barat tampak berkumpul di rumah dinas Bupati Merangin, M. Syukur. Tentu pertemuan tersebut sontak memicu spekulasi dan pembicaraan hangat publik terkait konsolidasi politik menuju kursi Jambi 1.

Sedikitnya pada pertemuan itu, lima Bupati dan satu Walikota yang hadir. Diantaranya Bupati Merangin M. Syukur, Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Bungo Dedi Putra, Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Bupati Kerinci Monadi, serta Wali Kota Sungaipenuh Alfin Bakar.

Agenda dikemas dalam tajuk halal bihalal Idul Fitri 1447 H tersebut, kehadiran para bupati ini sulit dilepaskan dari konteks politik praktis. Karena Jambi Wilayah Barat selama ini dikenal sebagai penentu kemenangan dalam kontestasi politik tingkat provinsi karena jumlah pemilih yang signifikan.

Bupati Merangin, M. Syukur, saat dikonfirmasi sepertinya sengaja mencoba meredam spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan itu murni silaturahmi biasa setelah menghadiri acara di rumah Gubernur.

“Alhamdulillah, tadi memang para kepala daerah datang berkunjung. Tapi kunjungan mereka dalam rangka bersilaturahim, bukan soal ini itu (politik). Kebetulan tadi ada acara halal bihalal di rumah gubernur, jadi mereka sekalian mampir,”elak M. Syukur.

“Kalau pun acara halal bihalal itu diadakan di daerah lain, saya pasti akan berkunjung ke rumah bupati atau wali kotanya. Itulah bentuk dari tali silaturahim,” tambah M. Syukur.

Walaupun membantah pertemuan intens itu terkait dengan isu politik, bagi sejumlah kalangan, pertemuan ini dianggap sebagai langkah “curi start” untuk menyamakan persepsi antar-pemimpin daerah di wilayah barat.

Jika para bupati ini solid dalam satu komando, mereka berpotensi menjadi kekuatan tawar (bargaining power) yang sangat besar bagi kandidat lainnya.(*)