JurnalOne.com, BANGKO – Bahasa “Ancaman” diterima salah seorang unsur pimpinan Kabupaten Merangin AF (48), melalui telepon dari seorang oknum TNI yang merupakan menantu Tim Anggaran Penerintah Daerah (TAPD), itu tidak mendasar, dan berlebihan, serta syarat membalikkan fakta, Kamis (28/08/2025).
Kepada media ini, oknum TNI tersebut mengatakan bahwa AF sengaja membuat narasi sesat memancing opini sehingga seolah olah ingin mendapat pembelaan dari masyarakat.Padahal, sebenarnya yang terjadi tidak demikian.
“Jadi apa yang dimuat saudara AF dimedia kemaren jauh dari fakta. Itu asli narasi mengadu domba, sejujurnya kejadiannya tidak begitu.Saya kan bertanya bagus bagus lewat Hp, dimana bang, bisa kita bertemu Seandainya bertemu dengan AF, saya ingin meluruskan hal itu, cuma itu,” terang TNI itu.
Diakuinya, awal mula percikan api emosi membesar dipicu sekitar dua Minggu lalu dimana saat itu mertuanya perwakilan pihak Executif menjabat sebagai salah satu tima TAPD mengikuti rapat realisasi anggaran di DPRD.Namun, pada rapat itu AF melontarkan kata kata yang kurang bijak kepada mertuanya sehingga sebagai anak dan menantu dia merasa terpanggil.
“Kamu coba nilai ya, kira kira layakkah seorang pimpinan sidang marah sambil lempar botol Aqua dan menunjuk seorang secara personal dan melontarkan bahasa kasar, “kau J…n pejilat, kupecah kepala kau nanti,” Bagaimana bahasa itu menurut kamu, layak kah. Ini murni panggilan jiwa seorang anak melindungi orang tua,”tegas TNI tersebut saat memberi klarifikasi kemedia ini.
Dikatakan TNI itu, baginya tidak menyalahkan tupoksi AF menjalankan amanah sebagai pimpinan DPRD dama menjalankan tugas.Akan tetapi ada baiknya, bahasa yang sipatnya menyingung personal tersebut jangan dilontarkan.
“Kita sama sama manusia, sama sama punya batas kesabaran.Tapi tolong sama sama menjagalah, jangan asal membual aja.Jangan kita dibodohi oleh pikiran kasar kita sendiri,”jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan, unsur pimpinan DPRD Merangin berinisial AF, belum bisa dikonfimasi.Ditemui dimeja kerja tidak ada, begitu juga melalui nomor telpon Whatsapp nomornya tidak aktif.
Sementara, Waka I DPRD Kabupaten Merangin Herman Efendi ditanya soal ini mengatakan, apabila bahasa yang dilontarkan AF itu fitnah atau tidaknya, hal ini perlu diluruskan.
“Kalau memang fitnah, ini perlu diluruskan melalui musyawarah dan duduk bersama,”jawab Herman Fendi .(*)
Reporter/Ir Syamil













