Dampak PETI Ilegal Sungai Batang Merangin Bak Air “Susu” Herannya Bupati Diam Membisu

JurnalOne.com, BANGKO – Aktifitas tambang emas ilegal, (PETI) di Kabupaten yang berseloko Tali Undang Tambang Teliti saat ini, kian hari kian menghawatirkan, Rabu (20/08/2025).

Bahkan, nyaris Sungai diwilayah hukum Administrasi Merangin, keruh tanah bagai air susu siap diminum dampak terkontaminasi dari limbah tambang ilegal tersebut.

Hal ini juga diperparah, tidak ada niat dan aksi ketegasan Bupati M Syukur untuk mencegah dan memberantas praktek pencurian kekayaan alam milik negara secara berjamaah oleh mafia tambang ilegal.

Tak pelak, lantaran itu banyak masyarakat menilai Bupati M Syukur tidak berpihak pada rakyat. Padahal tidak sedikit masyarakat merindukan air bening seperti dulu.

“Sungai di Kabupaten Merangin kini tak layak lagi digunakan karena sudah terkontaminasi akibat limbah tambang PETI ilegal dimana mana. Sungai Batang Merangin beberapa bulan lalu masih terlihat bening.Tapi lihat saat ini airnya seperti air kubanngan, persis seperti air susu siap diminum,” tegas Syaeu (56) salah seorang warga Bangko kemedia ini.

“Bupati M Syukur sepertinya juga kurang tanggap, serta tidak tegas melihat kondisi Sungai kita. Diam membisu, padahal, masyarakat Merangin sangat merindukan air sungai kembali jernih,”tambah Syaeu.

Saat ini, tuturnya, dari Sungai Tembesi, Sungai Merangin, Sungai Masumai, Sungai Tantan, serta Sungai Tabir, semuanya seperti air kubangan kerbau dan bisa di katakan tidak layak untuk mandi apalagi di konsumsi.

“Berbicara soal PETI saat ini memang terlalu rumit untuk di bahas dan terlalu sulit untuk di selesaikan, walau pun demikian semuanya pasti ada cara dan pasti ada solusi sepanjang petinggi Merangin terutama Bupati Merangin bertekad menyelesaikan nya semua pasti bisa, kita lihat saja seperti Kabupaten Bungo, kalau Bupatinya bertidak semua bisa di atasi,”terang Syaeiu.

Hal setara ditegaskan Han (57), katanya tidak ada yang tidak mungkin jika Bupati memang betul ingin menertipkan. Pasti ada jalan.

“Bila Bupati berkeinginan untuk menertibkan kan Aktivitas Pertambahan Emas Tampa Izin (PETI), yang mengakibatkan kan keruhnya beberapa air sungai yang ada di Merangin, sebenarnya tidak begitu rumit dan juga tidak begitu sulit, Bupati harus rangkul Kapolres, rangkul Kodim saya yakin bisa terselesaikan,” papar Han,

“Kendati tidak selesai 100%, setidaknya hal itu bisa mengurangi. Dari pada saat ini, nyaris disetiap Kecamatan bisa dipastikan ada semua tambang tambang ilegal itu,” tukasnya.(Redaksi)