JurnalOne.com, BANGKO – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kian hari kian meresahkan, aktivitas haram itu saat ini sudah menjarah situs warisan dunia UNESCO tepatnya di Geopark Merangin Desa Air Batu, Kecamatan Renah Penbarap, Merangin, Jambi, Kamis (31/07/2025).
Bedasarkan informasi dari sumber terpercaya warga setempat, sedikitnya dua alat Exavator kabarnya tengah beroperasi mengobrak ambrik menjarah butiran emas dalam Sungai Batang Merangin diaerah kawasan Geopark.
“Sedih rasanya melihat lokasi geopark dan tempat arung jeram di desa air batu kini telah dijadikan tempat orang nyari emas pakai alat berat, kalau di tempat lain silahkan, bukanya iri, tapi itukan kawasan inti geopark yang telah di akui dunia, yang seharunya di jaga tapi kini malah di rusak” ungkapnya sumber ini.
Disebutkan sumber, penjarahan sehingga merusak kawasan Geopark Merangin tersebut, sudah berjalan hampir satu bulan namun tidak ada tindakan dari pihak terkait salah satunya Pemerintah Desa Air Batu.
“Mustahil Kepala Desa air batu tidak tau ada aktivitas PETI di lokasi Geopark Merangin. Perntanyaannya, kenapa tidak ada tindakan sama sekali, padahal Pemdes adalah sambungan tangan Pemkab di Desa, jangan jangan Kepala Desa juga terlibat” lanjutnya.
Sumber media ini juga merincikan, dua alat saat ini beroperasi di Desa Air Batu itu, pemodalnya bernama Yusron dan Gapur, alat yang digunakan alat Bur warga Kecamatan Sungai Manau.
“Mereka telah beroperasi sekitar tiga Minggu.Sedangkan satu alat lagi nama pemodal Budi, alat milik Idris warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau dan baru beroperasi empat hari,”tambah sumber.
Sumber berharap, Bupati Merangin, Kapolres Merangin, badan pengelola Geopark Merangin, menyingkapi masalah ini dengan serius, jangan sampai geopark Merangin terus di rusak oleh orang tidak bertanggung jawab
Sementara itu, pemodal bernama Budi dikonfirmasi media ini mempertanyakan kepemilikan alat menjawab agak terkesan arogan. Dengan nada tinggi dia mengatakan, silahkan ditertibkan PETI dikawasan Geopark tersebut. Kalau bisa hari ini.
“Boleh bertanya? Kalau bisa jangan lah dinaikan jadi berita.Tanggung, lansung saja ditertibkan hari ini,” tegas Budi menjawab pertanyaan media ini melalui sambungn telpon Whatsapp.
Tetang siapa pemilik dan pemodalalat berat yang bekerja saat ini, Budi membantah itu bukan alat dia. Kalau ingin lebih jelas dipersilahkan tinjau lansung kelokasi.
“Alat kito bukan, kalau pengen tau siapa pemodal dan pemilik alat tersebut lansung saja kelokasi,” elak Budi.
Terpisah, pemilik alat satunya lagi Yusron dan Gapur diminta keterangan melalui telpon Whatsapp belum bisa memberi jawaban.Nomor keduanya aktif, tapi tidak mengangkat.(Redaksi).













