Ingatkah Supir Exavator Tewas Seminggu Lalu di Lokasi Tambang Ilegal, Ternyata Lahannya di Duga Milik Adik Orang Tua Bupati Merangin

Screenshot

JurnalOne.com, BANGKO – Masih ingatkah peristiwa maut menimpa seorang supir Exavator terbawa alat berat terjerembab kedalam kubangan tambang ilegal kedalaman puluhan meter hingga meregang nyawa di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Pangakalan Jambu, Merangin, Jambi Selesa (15/07/2025) seminggu lalu?

Korban tersebut bernama Amrialis (47), dengan sapaan akrabnya Acit, warga Desa Ngaol, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin.

Hasil infestigasi media ini dilapangan, korban bekerja ditambang ilegal milik Eka Sapta alias Wit bekerjasama dengan Izhar Yanto yang diduga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif. Sedangkan, pemilik lahan tambang tersebut, yakni M. Jasmin alias Yuongkem di duga merupakan adik kandung dari ibu Bupati Merangin, M. Syukur.

“Ya, korban meninggal seminggu lalu dilokasi tambang Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Pangakalan Jambu seminggu lalu bernama Amrialis warga Desa Ngaol Kecamatan Tabir Barat. Pemilik tambang Eka Sapta alias Wit berkongsi dengan oknum PNS Izharyanto. Lokasi kejadian tanah millik M Jamin (Youngkem) adek yang paling kecil dari Ibunda Bupati Merangin, M. Syukur,”ungkap  MD (45),warga setempat saat ditanya media ini dilapangan Rabu(23/07/2025).

MD menyayangkan, sudah seminggu berlalu perestiwa maut yang merenggut nyawa tersebut, namun tidak ada rasa empati dan tanggung jawab dari pemilik alat atas insiden yang menimpa korban.

“Saya tanya ke keluarga korban belum ada bantuan.Bahkan nomor pemilik alat Wit, gak ada yang aktif begitu juga Izhar nomornya aktif tapi kurang merespon. Seharus mereka bertanggung jawab atas peristiwa ini,”terang MD.

MD berharap, dalam kasus ini pihak yang mempunyai alat jangan lepas tangan. Keluarga korban butuh uluran tangan, mohon dibantu jangan dibiarkan, gak ada yang ingjn kena musibah seperti ini.

“Kita manusia, berani bebuat harus berani bertanggung jawab. Jangan lepas tangan,” terangnya.

Sedangkan Izhar Yanto, dikonfirmasi media ini terkait kepemilikan alat pada pertamban PETI tersebut, seolah olah membantah, dengan singkat dia mengakatakan tidak.

“Tidak,” elak Izhar Yanto.

Saat ditanya, berdasar pengakuan pihak keluarga korban, bahwa usaha kepemilikan alat tersebut, memang dia yang bekerjasama dengan Eka Sapta, Izhar Yanto mengatakan kemedia ini bahwa dia, tidak sama sekali terlibat.

“Maaf bang, saya tidak ikut,”singkat Izhar Yanto.

Sedangkan, Eka Sapta alias Wit, sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikonfirmasi karena nomor Hp pribadinya bernada tidak aktif.

Begitu juga pemilik lokasi Jasmin alias Yuongkim, dikonfirmasi melaui pesan Whatsapp pesan hanya tercontreng satu. Dicoba melalui panggilan telpon biasa nomor aktif tapi tidak dia menggangkat.(Redaksi).